Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ketahui, Ini Wewenang Orang Tua atas THR Lebaran Anak

Foto: Ilustrasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Kudus– Memberikan uang saku atau THR kepada anak-anak merupakan salah tradisi yang lazim dilakukan saat momen Lebaran. Bagi anak, momen seperti ini selalu ditunggu dan menjadi kenangan tersendiri.

Saat Lebaran, ada anak yang mendapatkan THR dari saudara, atau tetangga dalam jumlah cukup banyak. Biasanya, uang yang didapat ini dititipkan pada orang tuanya.

Nah, kebanyakan, uang titipan THR Lebaran ini digunakan oleh orang tuanya untuk berbagai keperluan. Meski demikian, sebagian di antaranya juga diberikan pada anaknya sekadar untuk jajan.

Baca juga: Mengenal Dewi Nuraisah, Mahasiswi Cantik Asal Cianjur yang Mengabdi Jadi Kader Denwatser

Lalu, bagaimana sebenarnya wewenang orang tua atas uang THR anak tersebut? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari laman NU Online, Sabtu (15/5/2022).

Posisi orang tua bagi si anak adalah wali. Dalam konteks THR anak, orang tua memiliki tanggung jawab untuk uang tersebut.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh (7/749) yang artinya sebagai berikut. “Jika orang dengan ‘keterbatasan’ memiliki harta, maka seorang bapak memiliki hak kewalian atas harta anaknya berupa pemeliharaan dan pengembangan berdasarkan kesepakatan ulama empat mazhab.”

Batasan penggunaan orang tua atas uang si anak adalah agar uang tersebut digunakan untuk kemaslahatan bagi anak. Seperti untuk membayar SPP sekolah, menabung, uang saku, dan pengeluaran lain yang manfaatnya kembali pada si anak.

Minimal supaya uang tadi tidak habis sia-sia karena anak belum bisa membelanjakannya dengan baik.  Sehingga, orang tua tidak boleh menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau pengeluaran yang bisa merugikan si anak.

Hal ini sebagaimana dipaparkan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhayli dalam Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh (7/752) yang artinya sebagai berikut.

“Transaksi wali pada harta pihak yang diwalikan terbatas pada kemaslahatan bagi pihak yang diwalikan. Wali tidak boleh melangsungkan transaksi yang murni mudharat seperti menghibahkan sebagian harta yang diwalikan, menyedekahkannya, atau berjual-beli dengan tingkat tinggi risiko penipuan. Transaksi itu menjadi batil.”

“Wali boleh melangsungkan transaksi yang murni maslahat seperti menerima hibah, menerima sedekah, dan menerima wasiat. Demikian juga kebolehan bagi wali untuk melakukan transaksi yang potensial maslahat dan mudarat seperti praktik jual, beli, sewa, menyewa, perserikatan saham, dan distribusi.”

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk menjaga uang THR anaknya karena khawatir uang tersebut akan habis sia-sia. Akan tetapi dengan catatan, uang itu digunakan untuk kemaslahatan si anak.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: nu.or.id

Comments
Loading...