Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mantap! Tiga Mahasiswa Indonesia Juara I MSQ di Universitas Al Azhar Mesir

Mantap! Tiga Mahasiswa Indonesia Juara I MSQ di Universitas Al Azhar Mesir
Foto: Tiga mahasiswa asal Indonesia yang meraih juara 1 MSQ di Mesir (Foto: NU Online Jatim/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus– Prestasi membanggakan diraih tiga mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir asal Indonesia. Di mana, mereka berhasil menjadi juara I dalam ajang Musabaqoh Syarhil Qur’an (MSQ) yang dilangsungkan pada Selasa (10/05/2022).

Ajang MSQ itu diadakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiyah Universitas Al-Azhar Cairo.

Melansir dari laman NU Online Jatim, Sabtu (14/5/2022), ketiga mahasiswa beprestasi ini adalah Muhammad Afifullah Al-Asy’ari, Reginal Adam Fajrian, dan Muhammad Azam Rahmatullah. Ketiganya merupakan mahasiswa jurusan Syari’ah Islamiyah tingkat 4 di Universitas Al Azhar Cairo.

Baca juga: Mengenal Dewi Nuraisah, Mahasiswi Cantik Asal Cianjur yang Mengabdi Jadi Kader Denwatser

Muhammad Afifullah Al-Asy’ari yang kerap dipanggil Afif mengatakan, salah satu tujuannya mengikuti lomba ini adalah untuk mensyiarkan seni dakwah Al Qur’an melalui MSQ.

“Mekanisme pendaftarannya adalah bersifat virtual. Awalnya mengirimkan video kepada panitia, kemudian langsung di ambil juaranya tanpa grand final,” kata Afif.

Ia berharap prestasi serupa bisa diraih kembali ke depannya. “Semoga ke depannya lebih banyak lagi muncul pegiat Syarhil Qur’an. Karena sebenarnya di Mesir dulu banyak yang pernah berpartisipasi ketika ada ajang MSQ. Semoga seni dakwah Al Qur’an MSQ ini terus mendunia hingga ke negara lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, Reginal Adam Fajrian salah satu dari tim tersebut menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian prestasi. ”Alhamdulillah, akhirnya bisa mengukir prestasi kembali di ajang MSQ yang diadakan oleh Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir) Fakultas Syariah ajang Sharia award 2022 ini. Tak lain semuanya adalah barokah doa orang tua dan guru-guru,” ujarnya.

Azam menyebutkan, meskipun timnya baru terbentuk, kuncinya usaha dan doa harus tetap dilanjutkan dan dimaksimalkan. Menang dan hadiah baginya hanya bonus, bukan ujian.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: jatim.nu.or.id

Comments
Loading...