Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO PAPUA

Tiga Bulan Gajinya Tak Dibayar, Ratusan Guru di Papua Mogok Mengajar

Tiga Bulan Gajinya Tak Dibayar, Ratusan Guru di Papua Mogok Mengajar
Ilustrasi Guru mengajar (MURIANEWS.COM)

MURIANEWS, Teluk Bintuni- Setelah tiga bulan mengajar tetapi gajinya tidak dibayar, ratusan guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, mogok mengajar. Mereka sudah tidak melakukan aksivitas belajar mengajak sejak Jumat (13/5/2022) kemarin.

Ketua PGRI Kabupaten Teluk Bintuni Simon Kambia mengatakan, aksi mogok mengajar itu merupakan pilihan terakhir para guru. Lantaran tuntutan mereka tidak dilabulkan oleh pemerintah, termasuk membayar gaji tiga bulan guru pada 2021 lalu.

“Ada tunggakan tiga bulan gaji guru kontrak di tahun 2021 tidak dibayar oleh pemerintah. Kemudian ketidakjelasan penetapan surat keputusan bagi guru kontrak baru tahun 2022,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (14/5/2022).

Baca: Perjuangkan Nasib, Puluhan Guru Honorer di Grobogan Wadul Ketua Dewan

Dia menambahkan, PGRI bersama guru kontrak juga mempertanyakan status guru PPPK tahun 2021 karena beberapa daerah di Papua Barat telah sampai pada tahapan penetapan Nomor Identitas Pegawai (NIP).

“Kami juga ingin mendorong adanya keseriusan pengurusan guru yang telah dinyatakan lolos PPPK baik di tahap satu maupun tahap dua oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.

Selanjutnya, PGRI mempertanyakan realisasi Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahap IV tahun 2021 dan BOP tahap satu di tahun 2022 yang bersumber dari dana Otonomi Khusus.

Baca: Terkait Aksi Demo yang Dilakukan Wali Murid SD Padaran Rembang, Ini Hasil Mediasinya

“Banyak program sekolah tidak dapat dijalankan secara maksimal karena ketidakjelasan realisasi BOP tahap empat tahun 2021 dan BOP tahap I di tahun ini,” ujarnya.

Ia mengatakan tuntutan terakhir yakni mempertanyakan komitmen Pemerintah Daerah terhadap Program Sekolah Penggerak.

“Aksi mogok mengajar Ini merupakan upaya terakhir kami dengan pernyataan bersama antara PGRI bersama perwakilan kepala sekolah, dan guru kontrak untuk tidak mengajar sampai ada kepastian penjelasan dari Pemda Teluk Bintuni,” ujarnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...