Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen Grobogan Diawali dengan Berdoa

Pengambilan Api Dharma Waisak di Mrapen Grobogan Diawali dengan Berdoa
Salah satu majelis Buddha beserta umatnya berdoa di pendopo Api Abadi Mrapen, Grobogan, Sabtu (14/5/2022). (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Api Dharma Waisak kembali diambilkan dari Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Sabtu (14/5/2022).

Kegiatan diawali dengan berdoa yang dilakukan tujuh majelis agama Buddha dari berbagai daerah di Jateng. Mereka berdoa di kompleks Api Abadi Mrapen Grobogan secara bergantian sesuai urutan yang telah ditentukan panitia.

Ketujuh majelis tersebut yakni Tantrayana Zhen Fo Zong, Palpung, Theravada Mahanikaya, Majubuthi, Guang Ji, Matrisia, dan Mahayana Mahabodhi. Masing-masing majelis diberi waktu sekitar 15 menit.

Baca: Wisata Api Abadi Mrapen Kembali Menggeliat

“Mantranya kan beda-beda masing-masing majelis. Masing-masing kami beri waktu sekitar 15 menit,” kata Sekjen DPD Walubi Jateng Gunawan.

Gunawan menambahkan, jumlah majelis yang datang ini lebih sedikit dari yang diundang, yakni sebanyak 10 majelis. Menurutnya, alasan majelis yang memilih tidak datang karena masih pandemi.

“Undangan kami 10 majelis, ini yang datang tujuh majelis. Tapi (umat) yang datang lebih banyak dari undangan. Di undangan 120, tapi ini ada 200 lebih,” tambahnya.

Pantauan MURIANEWS di lokasi hingga pukul 11.30 WIB, masih ada beberapa majelis yang belum melakukan prosesi doa. Ada pula majelis yang baru saja hadir ke lokasi.

Berdasarkan susunan acara DPD Walubi Jateng, pengambilan api Tri Dharma dilakukan pada pukul 14.00 WIB.

Masing-masing majelis mengambil api Tri Darma Waisak untuk selanjutnya dibawa ke Candi Mendut dan Borobudur di Magelang, Jateng.

Dalam rangkaian kegiatannya, umat Buddha juga memberikan sembako kepada warga setempat.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...