Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cegah Stunting di Jepara, 2.739 Ribu Pendamping Keluarga Digerakkan

Cegah Stunting di Jepara, 2.739 Ribu Pendamping Keluarga Digerakkan
Rapat bersama penanganan kasus stunting oleh Pemerintah Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Masalah stunting masih jadi perhatian di Kabupaten Jepara. Guna mencegah lonjakan kasus stunting, sebanyak 2.739 ribu orang pendamping keluarga diterjunkan ke desa-desa di Jepara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara Inah Nuroniah, menyampaikan, selain melakukan sosialisasi, mereka bertugas untuk memutakhirkan data sasaran keluarga berisiko stunting.

Inah Nuroniah menyebut ada 913 tim pendamping keluarga bergerak di Kabupaten Jepara. Masing-masing tim terdiri dari tiga unsur yaitu bidan, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader PKK di desa. Sehingga total ada 2.739 ribu orang pendamping di Jepara.

Baca: Bupati Jepara Orang Pertama yang Gelar Wayang Kulit di Pulau Nyamuk

“Saat ini mereka sudah siap bekerja dan bersemangatk turun ke desa mencegah stunting,” kata Inah (14/5/2022).

Selain melakukan pemutakhiran data, mereka juga melakukan beberapa hal. Antara lain, mendampingi calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan tiga bulan pernikahan, serta memastikan calon pengantin sehat lahir dan batin.

Selanjutnya, mereka bertugas mendampingi dan memastikan semua ibu hamil mendapat pemeriksaan secara berkala, asupan gizi seimbang serta bersalin di fasilitas kesehatan. Juga untuk mendampingi ibu pasca persalinan agar mau menggunakan kontrasepsi.

“Mereka akan mendampingi ibu dan bayi untuk mendapatkan pelayanan posyandu dan pengasuhan orang tua guna mendapat pelayanan pendidikan secara holistik dan terintegrasi,” jelas dia.

Disampaikan, kasus stunting di Kabupaten Jepara mengalami penurunan. Melalui data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) secara elektronik jumlah kasus stunting mencapai 9.258 orang (2019). Kemudian turun menjadi 7.333 orang (2020), dan turun menjadi 7.261 orang (2021).

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...