Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Busi Racing dipakai untuk Motor Harian, Berikut Dampaknya

Busi Racing dipakai untuk Motor Harian, Berikut Dampaknya
Foto: Busi motor (astramotor.co.id)

MURIANEWS, Kudus– Busi merupakan salah satu suku cadang penting yang ada di sepeda motor. Tanpa busi di dalam motor, sepeda motor tentu tidak bisa dijalankan.

Meskipun bentuknya yang kecil, busi memiliki fungsi untuk mengolah tegangan listrik yang berasal dari koil untuk kemudian diubah menjadi percikan api agar memudahkan proses pembakaran.

Jika komponen busi ini tidak berfungsi baik, maka hal itu akan mempengaruhi proses pembakaran dan mesin tidak bisa berjalan secara optimal. Bahkan, apabila busi tidak terdapat di kendaraan, mustahil jika kendaraan tersebut bisa berjalan.

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Ganti Kampas Rem Motor? Ini Jawabannya

Bicara soal busi, saat ini banyak pemilik motor yang menggunakan busi racing untuk motor yang dipakai sehari-hari. Lantas, adakah dampak terhadap motor harian yang dipasangi busi racing? Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Federal Oil.

Busi racing sudah dilengkapi dengan spesifikasi resistor yang lebih. Akibatnya, jika digunakan dalam motor harian, mesin akan sulit dinyalakan karena perbedaan sistem kelistrikan.

Busi racing khusus digunakan untuk kompresi tinggi. Jika digunakan dalam motor harian, efeknya akan menyebabkan gagal pembakaran dan menimbulkan kerak.

Dalam putaran tinggi, mesin motor akan terasa nyaman, tapi saat digunakan dalam putaran rendah, motor justru akan terasa brebet. Kinerja mesin akan terganggu, dan berpotensi menyebabkan kerusakan mesin, posisi pembakaran yang tidak terpusat.

Intinya, busi racing sebaiknya tidak digunakan untuk motor harian (kecuali busi racing yang diciptakan khusus untuk pemakaian harian). Pasalnya dampaknya bisa panjang dan berpengaruh kepada performa mesin dan kenyamanan Anda selama berkendara.

Busi Cepat Rusak

Pada dasarnya busi diciptakan dengan kemampuan membersihkan diri atau self-cleaner. Nah, busi racing dan busi standar memiliki angka self-cleaner (SC) yang berbeda, dengan acuan, busi racing hanya bekerja pada range temperatur tinggi, sementara busi standar sudah bisa bekerja sejak temperatur rendah.

Jika dipaksakan tetap bermain di putaran rendah, tentu self-cleaner dari busi racing ini tidak akan jalan, hingga akhirnya busi jadi berkerak, tenaga drop dan busi-nya mati.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: federaloil.co.id

Comments
Loading...