Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Rampas Ponsel Orang, Polisi Gadungan di Pekalongan Ngaku Kepepet untuk Lebaran

Tiga pelaku kejahatan yang ngaku sebagai polisi dengan modal pistol mainan diamankan Polres Pekalongan. (Robby Bernardi/detikJateng)

MURIANEWS, Pekalongan – Tiga warga warga Pekalongan yang ngaku sebagai polisi atau polisi gadungan mengaku nekat merampas ponsel lantaran kepepet kebutuhan untuk Lebaran.

Ketiga pelaku berinisial MA (28), MZ (29) dan PW (30). Saat beraksi mereka bahkan tak segan menodongkan pistol mainan tersebut ke para korban. Saat ini, ketiganya berhasil diamankan dan tengah meringkuk di Polres Pekalongan.

Baca: Bermodal Pistol Mainan, 3 Polisi Gadungan Rampas Ponsel Remaja di Pekalongan

Salah satu pelaku, MZ saat dimintai keterangan mengaku melakukan aksinya itu untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Pistol mainannya yang dibawa saat beraksi adalah milik keponakannya.

“Ya karena butuh (uang) untuk Lebaran. Saya pinjam pistol mainan dari ponakan,” kata MZ seperti dikutip Detik.com, Jumat (13/5/2022).

Ia pun mengakui melakukan perampasan ponsel dengan memanfaatkan pelarangan petasan selama bulan Ramadan. Mereka kemudian beraksi dengan mengaku sebagai polisi.

“Kami punya inisiatif menyamar jadi polisi ini karena tahu bermain petasan itu dilarang. Jadi kami seolah-olah jadi polisi. Ini inisiatif sendiri. Kami sudah dapat tiga HP. Kami jual, uangnya untuk kebutuhan,” kata MZ.

Baca: Mantan Pramugari di Sleman Kena Tipu Polisi Gadungan, Uang Ratusan Juta Raib

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti tiga ponsel yang belum sempat terjual, pistol mainan dan sepeda motor yang digunakan pelaku.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 368 ayat 1, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Sebelumnya, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, ketiga pelaku ini mengincar para remaja yang sedang menyulut petasan. Dengan modal aturan pelarangan petasan, mereka mengaku-ngaku sebagai polisi dan untuk menakut-nakuti korban.

“Berdasarkan pengakuannya ada dua TKP, pertama yakni di Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong dan lokasi kedua di Perumahan Parawayang, Kedungwuni. Dari dua lokasi, polisi telah mengamankan tiga pelaku yang merupakan residivis kasus serupa,” terangnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...