Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Permintaan Susu Sapi di Kudus Tak Terpengaruh Virus PMK

Peternak saat memerah sapi perahnya. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Permintaan susu sapi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah hingga pekan ini masih stabil, tak terpengaruh penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah.

Zaenal Abidin, pemilik pemerahan susu sapi Sumber Segar di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus, mengatakan hal tersebut, Jumat (13/5/2022).

Dia menyebut, permintaan susu dari masyarakat sampai saat ini masih stabil dan belum terpengaruh informasi PMK tersebut. Sehingga produksi susunya juga masih stabil.

“Per harinya kami bisa menghasilkan 180 liter susu dari jumlah sapi perah sebanyak 19 ekor,“ ujarnya.

Walau demikian, pihaknya jelas khawatir dengan merebaknya virus PMK ini. Mengingat sapi yang terjangkit virus, akan menurun hasil susunya, baik dari segi kualitas dan kuantitas.

“Pas sapi demam saja, produksi susunya jadi berkurang, apalagi kalau kena PMK tentunya tidak akan bisa berproduksi karena untuk berdiri saja sulit karena menyerang kuku kaki sapi,” terangnya.

Baca: 598 Hewan Ternak di Sumut Diduga Terpapar PMK

Untuk mengantisipasi hal itu, dia pun menghentikan sementara pembelian sapi perah dari Kabupaten Boyolali. Apalagi daerah tersebut kini menjadi daerah yang ditemukan sapi terjangkit PMK.

“Nanti kalau memang sudah kondusif baru beli lagi. Sementara kami lakukan perawatan pada sapi-sapi kami agar lebih kebal dengan virus ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus penyakit mulut dan kuku (VPMK) yang merupakan anggota dari genus aphthovirus dalam keluarga Picornaviridae. Ada tujuh serotipe utama VPMK: O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3 dan Asia 1.

Baca: PMK Mewabah, Polisi Kudus Blusukan di Kandang Ternak

Serotipe O adalah serotipe yang paling umum di seluruh dunia. Penyakit mulut dan kuku disebarkan oleh kontak langsung, seperti ketika hewan sehat menyentuh, menggosok, atau menjilati hewan yang sakit. Virus ini juga dapat menyebar secara aerosol tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban.

Hewan juga dapat terinfeksi dari makanan/pakan terkontaminasi atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi (fomites).

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...