Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Cegah PMK, Pasar Hewan di Pati Disemprot Disinfektan

Cegah PMK, Pasar Hewan di Pati Disemprot Disinfektan
Hewan di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, dicek kesehatannya oleh Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati. (MURIANEWS/Umar Hanafi)

MURIANEWS, Pati – Mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak membuat sejumlah pihak melakukan langkah antisipasi. Salah satunya Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kabupaten Pati.

Dispertan Pati, mulai melakukan pencegahan PMK pada hewan ternak. Yakni, dengan melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Hewan Wagenan, Margorejo, Jumat (13/5/2022).

Pasar hewan lainnya di Kabupaten Pati juga akan disemprot disinfektan oleh Dispertan. Selain itu, pihaknya juga memantau hewan-hewan ternak.

Baca: 598 Hewan Ternak di Sumut Diduga Terpapar PMK

Berdasar pemantauan hingga saat ini, belum ditemukan hewan di Kabupaten Pati yang mengidap PMK.

“Jadi kami akan bersama-sama dengan petugas pasar hewan untuk melakukan pengawas dan penyemprotan disinfektan sebagai pencegahan. Baik dengan ternaknya maupun dengan alat angkutnya dan lokasi-lokasi peternakan,” ujar Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum.

Niken menilai, disinfektan di dinas cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pati. Saat ini ada 100 liter disinfektan di Dispertan Kabupaten Pati.

“Disinfektan di dinas secara stok cukup. Kalau nanti kurang kami akan mohon dengan Dinkes Pati. 100 liter ini bisa dimanfaatkan di dua bulan kedepan. Karena ini bisa dicampur dengan air,” jelas dia.

Kepala Bidang Peternakan, Dispertan Kabupaten Pati, Andi Hirawadi, mengatakan di Pasar Hewan Wagenan sendiri ada 1.600 hewan. Dalam penyemprotan di sana, pihaknya menghabiskan 12 liter disinfektan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menyembelih hewan yang terjangkit PMK. Masyarakat diminta melapor pada petugas Dispertan Kabupaten Pati bila menemukan hewan yang mengidap PMK.

“Kalau dipotong bisa menularkan ke yang lainnya. Obatnya dengan pelaporan dini. Kami menyarankan untuk segera melaporkan petugas yang di kecamatan,” tutur Andi.

Ia menjelaskan, hewan yang terjangkit PMK memiliki beberapa tanda-tanda. Di antaranya suhu badan panas tinggi sekitar 40 derajat, ada lepuhan di mulut seperti sariawan tetapi lebih parah dan basah.

“Kemudian mengeluarkan air liur yang lebih banyak dari biasanya. Kemudian ada luka di kakinya,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...