Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Pengakuan Ayah Tiri di Jepara Tega Cabuli Anaknya: Habis Lihat Film Begituan

Pengakuan Ayah Tiri di Jepara Tega Cabuli Anaknya: Habis Lihat Film Begituan
Konferensi pers tindak pidana pencabulan ayah kepada anak tirinya di Mayong Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Ayah tiri pelaku pencabulan pada anaknya di Jepara membuat pengakuan yang bikin geleng-geleng. Ia tega melakukan tindakan bejat itu karena terpengaruh film dewasa.

Pelaku juga mengaku secara sadar melakukan perbuatan senonoh itu. Pengakuan itu diungkap saat dihadirkan Polres Jepara dalam konfrensi pers, Jumat (13/5/2022).

Saat dihadirkan, pelaku menyebut perbuatannya itu adalah suatu kekhilafan. Sebab, pikiran berbuat cabul tiba-tiba muncul usai menonton film dewasa itu.

Baca: Bejad! Ayah Tiri di Jepara Tega Cabuli Anaknya yang Masih di Bawah Umur

“Khilaf pak, karena habis lihat film (dewasa, red),” katanya.

Selain karena pengaruh film dewasa itu, pelaku sebelumnya mengonsumsi pil oplosan. Film dewasa itu dia tonton di YouTube. Sedangkan, pil oplosannya dia dapat dari temannya.

Dirinya mengaku tak tahu kenapa dia memilih mencabuli anaknya dibanding melampiaskan nafsu kepada istrinya sendiri.

Di kesempatan itu, ia juga mengakui kali pertama melakukan perbuatan bejat itu pada Sabtu (19/3/2022) malam. Saat itu, ia mengaku tak memaksa ataupun mengancam anak tirinya.

Saat itu, lanjut si pelaku, istrinya sedang memasak di dapur. Sedangkan, ia melakukan perbuatan jahat pada anak tirinya itu di depan TV.

“Waktu itu cuman sebentar. Jadi tidak ketahuan istri. Baru pertama kali itu. Anak saya tidak takut, diam saja,” jelasnya.

Entah apa yang merasuki, pelaku mengulangi perbuatan bejatnya pada Senin (4/4/2022) sekitar pukul 21.20 WIB. Ia memanfaatkan waktu saat istrinya disuruhnya memeriksa saldo ATM.

Namun, aksi bejat itu berhasil diketahui istrinya sendiri. Pelaku melakukan perbuatan tak senonoh pada anaknya yang masih di bawah umur itu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, mengatakan pihaknya melakukan pendampingan kepada korban bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara.

“Dinas terkait melakukan trauma healing terhadap anak korban. Jadi, masalah pascakejadian, kami koordinasi dengan dinas terkait,” kata Rozi.

Atas tindakan bejad itu, tersangka dapat dikenai Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...