Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Fahri Hamzah Tiba-Tiba Minta Koalisi Indonesia Bersatu Dihentikan

Fahri Hamzah Tiba-Tiba Minta Koalisi Indonesia Bersatu Dihentikan
Fahri Hamzah saat memberikan keterangan kepada wartawan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Jakarta- Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendadak meminta Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Pargai Golkar, PPP dan PAN, mendadak minta dihentikan. Fahri menyebut, dalam sistem presidensial tidak ada yang Namanya koalisi ujug-ujug.

Menurutnya, koalisi juga tidak sehat bagi sistem presidensialisme yang saat ini diterapkan di Indonesia. Namun, apabila Sebagian pihak memap meminta ada koalisi, maka itu sama halnya dengan menciderasi sistem kenegaraan.

“‘Koalisi ujug-ujug’ harus dihentikan di republik ini. Tidak sehat bagi presidensialisme kita membiarkan koalisi ujug-ujug tidak ada ujung tidak ada pangkal bagaimana dia dimulai begitulah pula dia berakhir,” katanya, dikutip dari detik.com, Jumat (13/5/2022).

Baca: Gorlkar, PPP dan PAN Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Menurutnya, terminologi koalisi tidak dikenal dalam presidensialisme. Koalisi adalah terminologi dalam parlementerisme.

“Itu sebabnya sulit mencari di mana letak koalisi dalam sistem kita. Dalam UUD hanya disebut soal pengusung partai politik dan gabungan partai politik,” jelas Fahri.

Wakil Ketua Partai Gelora itu menuturkan, maksud awal dari penyebutan pengusul capres partai politik dan juga gabungan partai politik. Hal itu karena dalam konstitusi mengantisipasi adanya pasangan calon yang didukung lebih dari satu partai politik.

Baca: Petinggi Golkar, PPP dan PAN Bertemu, Sepakat Koalisi untuk 2024

“Sebenarnya original intent atau maksud awal dari penyebutan pengusul seorang capres ‘partai politik dan gabungan partai politik’ adalah karena konsitusi mengantisipasi adanya satu pasangan calon didukung oleh lebih dari satu partai politik,” ujar Fahri.

“Karena itu sebenarnya asal usulnya memang setiap partai politik boleh mengusulkan calonnya karena calon itulah nanti yang secara tegas menjelaskan apakah ideologi dan ide partai politik tersebut apabila memimpin secara nasional kadernya,” imbuhnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...