Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JABAR

Jenazah M, Terduga Pelaku Pembunuhan Janda Satu Anak di Bandung Barat Ditolak Warga

Jenazah M, Terduga Pelaku Pembunuhan Janda Satu Anak di Bandung Barat Ditolak Warga
prosesi pemakaman jenazah M (kompas.com)

MURIANEWS, Bandung- Jenazah M, terduga pelaku pembunuhan terhadap janda satu anak, Wiwin Sunengsih (31) sempat ditolak warga setempat. Sebab, M dinilai sudah mencoreng nama baik desanya lantaran melakukan aksi pembunuhan.

M sendiri ditemukan tewas dengan cara gantung diri setelah diburu oleh Polisi atas kasus dugaan pembunuhan tersebut. Jasadnya justru ditemukan oleh ibunya sendiri yang tidak jauh dari tempat tinggal M, yakni di Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat.

Namun, saat hendak dimakamkan, jenzah M ditolak oleh warga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Gunung Bentang, Desa Jayamekar.

Baca: Pembunuh Janda Satu Anak di Bandung Barat Ditemukan Gantung Diri

“Iya (ada penolakan), karena tadi seharusnya punya pemakamanan sendiri di RW 13. Cuma karena berdekatan dengan permukiman, warga yang berdekatan enggak mau jenazah (pelaku) dimakamkan di sana,” ungkap Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah, dikutip dari Kompas.com, Kamis (12/5/2022).

Siti kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Padalarang dan aparat setempat untuk mencari solusi. Akhirnya, diputuskan bahwa jenazah M dimakamkan di pemakaman Covid-19 di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat.

Baca: Janda Satu Anak yang Tewas Dibunuh, Sebelumnya Sempat Lapor Polisi

“Jadinya dimakamkan di wilayah Cipatat. Keluarga korban kan tidak menerima, merasa sakit hati. Ya sudah, tidak bisa apa-apa, kasihan ke keluarga korban,” kata Siti.

Menurut Siti, M ditolak warga lantaran dinilai mencoreng nama baik kampung atas perilakunya semasa hidup.

Baca: Menolak untuk Menikah, Janda Satu Anak Ini Malah Berakhir Tewas

“Dari pada jadi masalah, ya sudahlah di mana pun sebetulnya sama. Pihak desa berusaha untuk shalatkan di masjid desa. Kita tanggung jawab saja,” jelasnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...