Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Viral Ambil BB Kecelakaan Diminta Bayar Rp 24 Juta di Grobogan, Ini Kata Pakar Hukum

Viral Ambil BB Kecelakaan Diminta Bayar Rp 24 Juta di Grobogan, Ini Kata Pakar Hukum
Dekan Fakultas Hukum UMK, Hidayatullah. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Grobogan – Sebuah video viral menceritakan seorang sopir diminta membayar Rp 24 juta saat mengambil barang bukti kecelakaan di Kabupaten Grobogan jadi perbincangan.

Dalam video berdurasi 7 menit 27 detik itu, si sopir, Cipto Utomo bercerita jika disuruh oknum Polres Grobogan untuk membaca UU yang tertempel di Kantor Unit Gakkum Sat Lantas Polres Grobogan.

Saat membaca itu, Cipto menceritakan jika dia disuruh membayar Rp 24 juta untuk menebus kendaraannya, microbus Isuzu Elf yang menjadi barang bukti kecelakaan.

Padahal, kasus kecelakaan itu sudah diselesaikan secara Restorative Justice. Ia juga sudah memberikan tali asih sebesar Rp 8 juta. Video itu diunggah seorang LSM asal Demak, Eko melalui akun Facebook Hukum dan Kriminal.

Baca: Viral Diminta Bayar Rp 24 Juta buat Tebus BB Kecelakaan, Kapolres Grobogan: Sopir Elf Salah Tafsir Baca UU

Belakangan diketahui, UU yang tertempel tersebut yakni Pasal 311 UU LLAJ. Di mana, dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Untuk diketahui, dalam kecelakaan pada April 2022 lalu, Cipto bertindak sebagai sopir Elf yang menabrak motor, yang mengakibatkan pembonceng motor itu meninggal dunia.

Kapolres Grobogan AKBP Benny Setyowadi, pada Rabu (11/5/2022) menyatakan si sopir salah menafsirkan saat membaca UU yang tertempel di kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Grobogan itu. Pihaknya sendiri sudah menyelidiki kasus tersebut.

“Kesalahan persepsi dari Pak Cipto, dikira harus bayar Rp 24 juta. Jika ditemukan adanya kesalahan prosedural atau SOP akan dilakukan tindakan tegas,” kata dia.

Baca: Viral Ambil Kendaraan Bayar Rp 24 Juta Usai Laka di Kepolisian Grobogan

Menanggapi itu, pakar Hukum Universitas Muria Kudus (UMK), Hidayatullah mengatakan, mestinya kendaraan itu bisa langsung diambil tanpa tebusan. Sebab, antara korban dan pelaku (si sopir) sudah berdamai.

“Karena perkara ini diselesaikan secara damai dan sudah disepakati tali asih kepada korban, kendaraan dikembalikan ke pelaku. Iya, tanpa tebusan, karena tidak ada lanjutan proses hukum di situ, selesai mediasi,” jelasnya saat dihubungi MURIANEWS, Kamis (12/5/2022).

Dia memaparkan, karena perkara tersebut diselesaikan di luar pengadilan, kendaraan seharusnya bisa langsung dikembalikan kepada sopir tanpa biaya sepeser pun. Berbeda misalnya ketika kasus tersebut diselesaikan di pengadilan.

“Kalau itu sebagai bagian dari denda, denda itu diputuskan pengadilan. Dan denda itu diserahkan kepada kas negara, bukan kepada polisi. Kalau (tali asih, red) sudah diberikan kepada korban ya selesai,” tambah Dekan Fakultas Hukum UMK itu.

Menurutnya, apabila memang sudah ada perdamaian antara korban dan pelaku namun ada oknum polisi masih meminta tebusan untuk mengeluarkan kendaraan, maka bisa dilaporkan ke propam.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...