Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Eks Teroris Jaringan ISIS Ucapkan Ikrar Setia NKRI di Lapas Pati

Eks Teroris Jaringan ISIS Ucapkan Ikrar Setia NKRI di Lapas Pati
Salah satu teroris jaringan ISIS yang dipenjara di Lapas IIB Pati berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Rabu (11/5/2022) kemarin. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Seorang napi teroris jaringan ISIS, AR di Lapas Kelas II B Pati bertaubat dan berikrar setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Rabu (11/5/2022).

Kalapas Pati Febie Dwi Hartanto mengungkapkan, AR berjanji setia kepada NKRI dan akan melindungi tanah air dari segala tindakan aksi terorisme yang dapat memecah keutuhan negara.

“Dia mengatakan melepaskan baiatnya terhadap pemimpin/amir ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi maupun yang menggantikannya (Ibrahim Al-Hasyim Al-Quraishi, red). Ia juga melepas pemimpin organisasi radikal lainnya,” kata Febie, Kamis (12/5/2022).

Baca: Camat di Pati Dapat Mobil Dinas Baru, Bupati: Pelayanan Harus Lebih Baik

Febie melanjutkan, AR juga meyakini UUD 1945 dan Pancasila ialah hasil kesepakatan para pendiri bangsa serta sebagai pedoman kehidupannya dalam berbangsa dan bernegara.

“Yang bersangkutan menyesali kesalahan yang telah dilakukan selama menjadi jaringan teroris. Ia juga mengatakan tidak akan bergabung dengan kelompok teroris lainnya yang terlibat dimanapun di dunia ini,” tutur Febie.

Dijelaskan, AR ditangkap di Batang dan menjalani hukuman di Lapas Pati. Ia terbukti UU Nomor 15 tahun 2003 dan divonis hukuman tiga tahun penjara.

“AR ketangkap di sekitar Batang. Ia menjalani hukuman di Lapas Pati ini berdasarkan hasil profiling kantor pusat. Tidak ditaruh tempat domisilinya karena hasil profiling kantor pusat. Hasilnya, lebih bagus kalau AR ditempatkan di Pati,” ujar Febie.

Selama dipenjara di Pati, kegiatan AR hanya fokus pembinaan keagamaan. Dia ditahan di sel tersendiri. Proses kegiatannya pun terbatas. Hanya fokus ibadah. Tak seperti Napi lainnya.

“Jadi bukan hanya karena keberhasilan pembinaan. Melainkan, hasil pencerahan dan hidayah. Kami hanya memberikan waktu dan ruang kepada AR untuk berdiskusi dengan ulama yang kami sediakan. Akhirnya, yang bersangkutan merasakan kekeliruannya. Akhirnya kembali menyatakan setia kepada NKRI,” tandas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...