Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Bertambah, Kematian Anak Diduga Terjangkit Hepatitis Akut Misterius Jadi 6 Orang

Bertambah, Kematian Anak Diduga Terjangkit Hepatitis Akut Misterius Jadi 6 Orang
Ilustrasi pasien hepatitis akut misterius (Pixabay.com)

MURIANEWS, Jakarta- Kematian anak yang diduga terjangkit hepatitis akut misterius di Indonesia bertambah. Apabila sebelumnya diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hanya 4 anak, kini bertambah menjadi 6 orang anak.

Sementara kasus yang terbaru adalah kematian anak di Sumatera Utara (Sumut) setelah merasakan gejala mual, demam, diare dan muntah.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Ri Siti Nadia Tarmizi membenatrkan adanya penambahan anak meninggal diduga terjangkit hepatitis akut misterius tersebut.

“Iya total 6 anak yang meninggal diduga akibat hepatitis akut. Termasuk yang Sumut,” terang Nadya dikutip dari detik.com, Kamis (12/5/2022).

Baca: Hepatitis Akut Misterius, Ini Gejala dan Pencegahannya

Menurutnya, banyak anak terlanjur bergejala berat saat dibawa ke rumah sakit hingga tak berhasil selamat. Dari total 15 kasus yang ditemukan, enam meninggal dunia sementara sisanya masih dirawat intensif di ICU dan rawat inap biasa.

“Gejala yang paling banyak ditemukan mual, muntah, diare,” sebut Nadia.

Adenovirus sejauh ini diduga kuat menjadi penyebab di balik munculnya hepatitis akut misterius. Terlebih data Inggris menunjukkan 70 persen dari kasus hepatitis akut misterius yang dilaporkan positif adenovirus.

Namun, Kemenkes RI belum mengungkap hasil sequencing adenovirus 15 pasien Indonesia diduga hepatitis akut misterius. dr Nadia menegaskan prosesnya cukup panjang sekitar 10-14 hari.

Baca: Bocah 7 Tahun di Tulungagung Meninggal, Diduga Karena Hepatitis Akut `Misterius`

Sebelumnya, pada 1 Mei kemenkes mengumumkan adanya tiga kasus kematian anak diduga karena hepatitis akkut misterius. Tiga pasien berasal dari DKI Jakarta dan sempat dirawat di RS dr Cipto Mangunkusumo. Kondisi ketiga anak disebut sudah kritis saat mendatangi RS, sehingga tidak berhasil selamat.

Kemudian pada 7 Mei, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr Kasil Rokhmat mengumumkan pasien anak berusia 7 tahun meninggal dunia diduga kuat terkait hepatitis misterius, ia meninggal Jumat (6/5/2022).

Baca: Hepatitis Misterius Mengancam, Bupati Kudus Perintahkan DKK Bertindak

Selanjutnya pada 9 Mei, bayi berusia 1 bulan 29 hari asal Solok, Sumatera Barat diumumkan meninggal dunia setelah mengalami gejala mengarah ke hepatitis A. Namun, hasil tes laboratorium hepatitis A dinyatakan negatif. Ia meninggal di Senin (2/5/2022) bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Pada 10 Mei,  bocah asal Sumatera Utara meninggal dunia dengan gejala berat hepatitis. Sayangnya, RS tidak sempat melakukan tes laboratorium seluruh jenis virus hepatitis seperti A, B, C, D, atau E. Namun, gejalanya mengarah pada hepatitis.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...