Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Walubi Apresiasi Ganjar Selalu Promosikan Borobudur

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berbincang dengan pengurus Walubi. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo aktif mempromosikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya pada dunia. Hal ini mendapat apresiasi dari DPP Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).

Sejak periode pertama menjabat, Ganjar telah mengusulkan Borobudur sebagai tempat ibadah umat Buddha dunia. Ganjar menilai, potensi menjadikan Borobudur sebagai rumah ibadah Buddha dunia sangat besar.

Apalagi para Bhante dan pegiat di organisasi agama Buddha menyebut ada jutaan umat Buddha di dunia yang sangat aktif. Selain meningkatkan nilai religiusitas di kawasan candi, potensi wisatanya juga meningkat.

Sekjen DPP Walubi, Bhante Khanit Sannano Mahathera menyebut jika Ganjar sangat menyadari nilai Borobudur sebagai muriaranya Indonesia.

Baca: Urus Sengketa Aset Tanah Pemprov di Semarang, DPRD Sulsel Minta Bantuan Ganjar

Ini disampaikannya saat bertemu Ganjar dalam rangka menyampaikan rangkaian Hari Raya Waisak 2566 BE di ruang kerja gubernur, Rabu (11/5).

“Saya sering melihat berita dari bapak dukung Candi Borobudur itu luarbiasa, karena Candi Borobudur itu adalah salah satu dari mutiara Indonesia,” kata Bhante Khanit.

Ia menilai, Ganjar tak sekadar melihat Candi Borobudur sebagai tempat peribadatan. Tapi juga pusat budaya dengan daya tarik wisata yang perlu diketahui masyarakat dunia.

“Dan ada 300 juta buddhist di dunia, kalau satu persennya saja bisa datang dan melihat Borobudur, itu saya lihat berita bapak sangat bagus sekali,” ujar Bhante.

Baca: Libur Lebaran Usai, Ganjar Minta ASN Tancap Gas

Ketua 2 DPD Walubi Jateng, Tanto Harsono mengatakan, perayaan Waisak kembali dipusatkan ke Candi Borobudur setelah dua tahun pandemi. Rangkaian Perayaan Hari Raya Waisak 2566 BE telah dilaksanakan sejak 7 Mei 2022.

Pada 14 Mei 2022, dilaksanakan upacara pengambilan Api Abadi Mrapen dan Air Suci Umbul Jumprit yang nantinya akan disemayamkan di Candi Mendut. Puncaknya pada 16 Mei 2022, dimulai dengan prosesi jalan kaki dari Candi Mendut dan Candi Borobudur.

“Puncaknya pada 16 Mei di Lapangan Lumbini nanti sekitar 1.200-an orang (yang terlibat, red) karena masih terbatas dan pak gubernur mengusahakan datang,” kata Tanto.

Sementara Ganjar mengatakan, secara keseluruhan rangkaian Hari Raya Waisak telah disiapkan dengan baik. Ganjar hanya mengingatkan kepada panitia untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Tadi saya minta utnuk menyiapkan prokesnya, termasuk flow mereka yang hadir ya. Kayaknya nggak akan sebanyak sebelum pandemi dan tadi saya tanya panitia sudah siap semuanya. Mudah-mudahan lancar,” tandas Ganjar.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...