Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengenal Yudi Suryata, Mantan Pelatih Persijap Junior yang Legendaris

Yudi Suryata
Yudi Suryata, mantan pelatih Persijap Jr. (MURIANEWS/Faqih Mansyur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara- Di masa lalu, Persijap Junior pernah menjadi klub paling mentereng tidak hanya di Jawa Tengah, namun juga nasional. Pada titik awalnya, keberhasilan itu tidak bisa tidak, harus diakui tercipta berkat tangan dingin Yudi Suryata.

Pelatih kawakan ini memang memiliki keterikatan dengan lembaran sejarah sepak bola di Jepara. Jauh sebelum moncer menjadi salah satu pelatih terkemuka di Indonesia, tidak banyak orang mengetahui bahwa Yudi Suryata mengawali karir pelatihnya bersama anak-anak belia di Persijap Junior.

MURIANEWS baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang langsung dengan pelatih kelahiran Sragen, Jawa Tengah itu. Secara kebetulan, dirinya menjadi tamu kehormatan, saat mantan pemain asuhannya di Persijap Junior menggelar reuni di Stadion GBK Jepara.

Yudi Suryata yang sempat melatih beberapa klub besar di Liga Indonesia, dengan penuh perasaan menyatakan sudah sangat rindu dengan suasana sepak bola di Bumi Kartini. Baginya, Jepara adalah tempat yang tidak akan mungkin pernah dilupakannya di sepanjang karirnya menjadi pelatih sepak bola terkemuka di Indonesia.

BACA JUGA: Pemain Persijap Junior 92-2000 Gelar Reuni, Termasuk Warsidi Ardy Eks Timnas Indonesiab

Pelatih yang pernah menangani Persipur, PSS Sleman, Persis Solo, dan banyak klub top lainnya ini menceritakan awal dirinya menjadi seorang pelatih sepak bola. Sebagai mantan pemain Niac Mitra Surabaya, Yudi menganggap Jepara menjadi tonggak sejarah dalam karirnya menjadi pelatih Persijap.

Posisi menjadi pelatih Persijap itu dijalaninya sejak 1992, setelah dirinya sempat melatih di sejumlah klub lokal di Sragen dan Solo. Pada awalnya dirinya menangani tim senior dan sekaligus junior Persijap. Namun karena saat itu Persijap Jr lebih kompetitif, akhirnya ia difokuskan untuk menangani Persijap Jr.

Pada era itu, pembinaan sepak bola di Jepara masih belum tertata seperti saat ini. Kala itu belum ada kompetisi rutin dan tidak ada Sekolah Sepak Bola (SSB). Untuk mendapatkan pemain, dirinya menggelar seleksi di Stadion Kamal Djunaidi dan keluar masuk kampung di seantero Jepara.

“Kadang saya berputar-putar di kampung-kampung. Seperti di Welahan atau di Kelet. Kadang seleksinya juga lewat sekolah-sekolah,” kata pelatih kelahiran 25 November 1954 ini.

Dengan kesabarannya, Yudi Suryata menjalani aktifitas tersebut selama 7 tahun di Jepara. Tinggal di sebuah kontrakan, di salah satu bagian Jalan Dr Sutomo, Jepara. Kontrakan tempat tinggalnya itu, kini telah berubah menjadi salah satu lokasi kuliner di Jepara.

Selama tujuh tahun menangani Persijap Jr, Yudi Suryata berhasil mengembalikan kejayaan tim kebangaan Jepara tersebut. Sejak meraih Juara Piala Suratin pada 1982, Persijap Jr memang seperti tenggelam. Di era Yudi Suryata, kejayaan itu akhirnya berhasil dikembalikannya.

“Selama saya melatih, tidak ada satu tim pun yang mengalahkan Jepara. Persijap Junior selalu juara di tingkat Jateng. Dan selalu lolos ke putaran nasional (Piala Soeratin) dengan predikat juara di provinsi,” ungkap pemain jebolan PS Niac Mitra Surabaya ini.

Prestasi paling fenomenal adalah ketika pada 1998 dirinya berhasil membawa Persijap Jr menjadi Juara Piala Soeratin Nasional. Pada saat itu Persijap Jr berhasil mengalahkan Persebaya Jr.

Dari era itu, muncul pemain-pemain yang akhirnya menjadi pilar utama Timnas Indonesia. Saat itu nama Warsidi dari Persijap Jr, Budi Sudarsono dan Uston Nawawi dari Persebaya Jr, akhirnya muncul menjadi bintang-bintang baru di kancah sepak bola nasional.

Selama tujuh tahun itu pula, Yudi Suryata sedikinya berhasil mengorbitkan sekitar 200-an pemain sepak bola asli Jepara. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi pemain dengan nama besar di panggung nasional.

Salah satu anak didiknya adalah Warsidi yang berasal dari Welahan. Saat menjadi pemain Timnas Indonesia, namanya lebih dikenal sebagai Warsidi Ardy. Lalu muncul juga Noorhadi, yang sempat menjadi ikon Persijap di era Djarum Indonesia Super League.

Yudi Suryata ingat betul, pertama kali dirinya ‘menemukan’ Noorhadi ketika pemain mungil itu masih berusia 14 tahun. Dirinya tertarik karena pemain ini memiliki kecerdasan bermain yang sangat baik. Selain juga Nur Hadi memang memiliki kecepatan yang cukup bisa diandalkan.

Nama lainnya adalah Hadi Suryanto, yang merupakan penjaga gawang Persijap Jr. Pemain ini sempat menjadi anggota Timnas Indonesia U-21 di era 90-an. Potensi sepak bola di Jepara menurut Yudi Suryata, memang sangat luar biasa. Namun, jika tanpa ada pengelolaan yang baik, potensi itu akan sia-sia.

“Yang penting itu, sesepuhnya mau peduli. Mau turun tangan mencetak pemain lokal,” tandas Yudi Suryata.

Yudi Suryata yang merupakan kawan karib Rudy William Keltjes (eks pemain Timnas Indinesia dan pelatih top Indonesia) ini, menikmati masa tuanya di Sragen. Jabatan terakhirnya adalah menjadi Direktur Pengembangan pemain muda di Persipura Jayapura.

Selain itu, Yudi Suryata juga tercatat menjadi salah satu instruktur pelatih PSSI. Kecintaannya pada sepak bola membuatnya belum sepenuhnya mau berhenti dari panggung sepak bola Indonesia.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...