Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Postur APBN 2022 Bakal Dirombak, PEN Jadi Perioritas

Postur APBN 2022 Bakal Dirombak, PEN Jadi Perioritas
Sri Mulyani (Instagram)

MURIANEWS, Jakarta- Postur APBN 2022 bakal dilakukan perombakan oleh Kementerian keuangan dalam waktu dekat. Bahkan upaya perombakan itu sudah dilakukan pembicaraan dalam sidang kabinet.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perombakan ini dilakukan sebagai upaya penyesuaian bantalan prioritas masyarakat karena pandemi Covid-19 sudah mulai melandai. Perombakan ini akan dilakukan dalam dua bulan ke depan Bersama dengan DPR.

“Implikasinya postur APBN-nya berubah, nah dalam 2 bulan ke depan, kita akan bicara dengan dengan DPR, kita sudah bicara disidang kabinet bagaimana postur APBN di 2022 ini akan bergerak berubah,” tutur Sri Mulyani, dikutip dari Kompas.com, Rabu (11/5/2022).

Baca: Pertalite Tak Naik, Kemenkeu: Harga Minyak Bumi Memberatkan APBN

Sri Mulyani mengatakan, dalam dua tahun terakhir APBN difokuskan hanya untuk penanganan pandemi Covid-19. Baik itu dengan memberikan vaksinasi kepada masyarakat, biaya penanganan rumah sakit untuk pasien yang terpapar. Selain itu juga bantuan untuk masyarakat yang terdampak dengan bantuan sosial (bansos) agar bisa meningkatkan belanjanya karena mobilitasnya dibatasi.

Akan tetapi, tahun ini akan ada sedikit penyesuaian. Menurutnya, belanja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memang akan tetap didominasi untuk memberikan bansos kepada masyarakat. Namun kali ini dengan tujuan lain yaitu dalam bentuk bantalan subsidi untuk mengurangi shock yang dahsyat dari perekonomian global.

Baca: Sri Mulyani Sebut Penyaluran Kredit bagi Pelaku UMKM Perempuan Masih Rendah

“Misalnya, kondisi global yang saat ini cukup berbeda, baik itu karena masalah umum ekonomi, inflasi global yang cukup tinggi, dan juga ekonomi yang terimbas akibat adanya perang antara Rusia dan Ukraina. Ini real dan dampaknya luar biasa. Ini menjadi risiko baru yang harus kita waspadai,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah akan terus berjaga-jaga dengan adanya tantangan ekonomi global ini, karena juga bisa menghambat pemulihan ekonomi nasional ke depannya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...