Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ada Penyakit Ternak Mewabah, DP4 Blora Klaim Sudah Berpengalaman

Ada Penyakit Ternak Mewabah, DP4 Blora Klaim Sudah Berpengalaman
Ilustarsi pemeriksaan kesehatan ternak sapi. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak mewabah di sejumlah daerah. Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora mengklaim sudah pengalaman menanganinya.

Kepala DP4 Blora, drh. R. Gundala Wejasena mengatakan, Indonesia pernah mengalami kasus serupa pada 1980an lalu. Dengan pengalaman itu, ia meminta para peternak tak khawatir.

Ia menyebut, Indonesia sebenarnya sudah bebas dari PMK. Namun, lanjutnya, karena adanya impor sapi atau daging dari daerah tertular membuat penyakit itu kembali masuk ke Indonesia.

Baca: Penyakit Menular Pada Ternak Merebak, DP4 Blora Tingkatkan Pengawasan

“Karena adanya impor sapi atau daging dari daerah yang tertular, seperti dari India, Brasil, Thailand (kambing atau domba) yang menyebabkan penyakit mulut dan kuku masuk ke Indonesia,” ujarnya.

“Jadi kami sudah berpengalaman menangani, termasuk menangani flu burung. Indonesia termasuk cepat di dalam penanganannya. Banyak ahli di Indonesia untuk bisa segera mengentaskan penyakit mulut dan kuku khususnya jika terjadi di Kabupaten Blora.” paparnya.

Ia menyebut, jika nanti wabah sudah mengkhawatirkan akan dilakukan vaksinasi pada ternak. Kalau diperlukan, lanjutnya seluruh sapi ternak Pulau Jawa divaksin.

“Jadi kami menunggu dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) untuk membuat vaksinnya. Karena sudah mengambil virus dari sapi-sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan sudah meminta dinas terkait segera mengantisipasi wabah penyakit ternak itu.

“Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) sedang mengumpulkan dokter-dokter dan juga penyuluh untuk antisipasi soal potensi Penyakit ini,” imbuhnya.

Menurut Bupati, antisipasi penularan ini perlu dilakukan karena Blora populasi sapi terbesar di Jawa Tengah dan kedua di tingkat nasional.

“Kita harus mengantisipasi potensi ini. untuk semuanya harus diantisipasi secara prefentif lebih baik kita antisipasi lebih dini,” ucapnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...