Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PPDB SMP Grobogan: Sekolah Nonfavorit Ketar-ketir Tak Penuhi Kuota

PPDB SMP Grobogan: Sekolah Nonfavorit Ketar-ketir Tak Penuhi Kuota
Sundari, Ketua PPDB SMPN 5 Purwodadi. (MURIANEWS/Saiful Anwar)

MURIANEWS, Grobogan – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Grobogan telah berjalan. SMP negeri nonfavorit di Kabupaten Grobogan pun dirundung kekhawatiran.

Mereka ketar-ketir tak bisa memenuhi kuota peserta didik kali ini. Hal itu berbanding terbalik dengan sekolah berlabel favorit yang bahkan sampai menolak siswa.

Baca: PPDB SMP di Grobogan Sudah Mulai, Cek Daya Tampung dan Jarak Zonasi Sekolah Tujuanmu di Sini

Salah satunya dialami SMPN 5 Purwodadi. Sekolah di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi itu hingga hari kedua pendaftaran baru sekitar 100 calon peserta didik yang mendaftar. Sementara kuotanya ada 288.

“Sampai siang ini kira-kira 100 peserta yang sudah mendaftar. Biasanya kami menunggu mereka yang tidak diterima di sekolah-sekolah favorit. Mereka yang memilih sini jadi pilihan kedua,” tutur Sundari, Ketua Panitia PPDB di SMPN 5 Purwodadi.

Meski begitu, lanjut Sundari, ada pula calon peserta didik yang langsung memilih SMPN 5 Purwodadi sebagai pilihan utama. Mereka berasal dari Desa Putat, Pulorejo, dan Cingkrong. Namun, mereka biasanya yang tidak memiliki prestasi signifikan di sekolah asalnya.

“Dari Pulorejo, Putat, Cingkrong, yang tidak punya piagam (prestasi) larinya ke sini. Kuripan, Ngembak, sebagian juga ke sini. Yang punya piagam-piagam biasanya larinya ke kota (sekolah berlabel favorit, red) dulu,” imbuhnya.

Sundari menambahkan, pada tahun lalu SMPN 5 Purwodadi tidak bisa memenuhi kuota yang disediakan. Dari sembilan rombel yang tersedia, hanya delapan rombel terisi.

Selain karena lebih memilih sekolah berlabel favorit, kata Sundari, para lulusan SD kini, banyak yang memilih mondok di pesantren. Hal itulah yang membuat sekolah-sekolah nonfavorit susah memenuhi kuota.

“Trennya sekarang itu lulus SD langsung mondok. Jadi sekolah-sekolah seperti kami ini susah memenuhi kuota. Semoga tahun ini terpenuhi,” harapnya.

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...