Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Duh! Disnakkan Temukan 10 Sapi Boyolali Positif PMK

Pekerja memeriksa sapi di kandang. (Dok. MURIANEWS)

MURIANEWS, Boyolali – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali menemukan sepuluh sapi di daerah Singosari, Kecamatan Mojongsongo terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Saat ini pihak Disnakkan tengah melakukan sosialisasi supaya penyakit tersebut tidak menyebar.

Kepala Disnakkan Boyolali, Lusia Dyah Suciati, Selasa (10/5/2022) mengatakan, penyakit PMK tersebut diketahui berawal saat salah satu peternak melapor ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) usai membeli sapi dari pedagang.

”Jadi, pada Sabtu, 7 Mei 2022, salah satu peternak melapor ke Puskeswan Mojosongo, kalau sapinya yang satu pekan sebelum Lebaran dibeli dari daerah Pracimantoro, ada dua yang menunjukkan gejala klinis PMK,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Atas laporan tersebut, di hari yang sama Puskeswan Mojosongo bersama dokter hewan dari Disnakkan Boyolali langsung memberikan suntikan. Kemudian, Minggu (8/5/2022) sebanyak 15 sapi dalam satu kandang telah menunjukkan gejala klinis penyakit mulut dan kuku.

Pada Minggu tersebut, Lusi mengatakan Disnakkan Boyolali bersama dengan Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta dan Lab Provinsi langsung mengambil 10 sampel sekaligus melanjutkan penanganan penyuntikan.

“Hasilnya sudah keluar tadi [Senin] malam, hasilnya semuanya dinyatakan positif [PMK],” jelas Lusi.

Lusi mengungkapkan Disnakkan Boyolali telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Singosari untuk untuk mensosialisasikan kepada warga Singosari terkait penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak. Ia mengatakan hal tersebut penting karena ada sekitar 3.000 ekor sapi di Singosari.

“Kami imbau peternak untuk tidak tergiur dengan penawaran sapi dengan harga murah. Kebijakan sendiri di Jawa Timur telah menutup pasar hewan. Jadi kami mengajak masyarakat untuk tidak membeli sapi terutama di daerah pandemi, saat ini terbesar di Jawa Timur,” jelas dia.

Lusi mengaku Disnakkan Boyolali tak hanya mengimbau kepada peternak daerah Singosari, tapi juga mensosialisasikan kepada seluruh peternak di Boyolali, Kepala Desa, Pasar Hewan Boyolali, masyarakat lewat media sosial dan leaflet untuk berhati-hati dengan penyakit kuku dan mulut yang menyerang hewan ternak.

“Jadi kami imbau masyarakat untuk hati-hati saat membeli sapi. Harus ada jaminan [surat kesehatan] bahwa sapi-sapi itu benar sapi yang tidak terkena PMK,” kata dia.

Mengutip laman tanjungpriok.karantina.pertanian.go.id, Selasa, penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit virus yang sangat menular pada hewan berkuku belah/bercabang dua misalnya sapi, babi, dan domba. PMK menyebabkan luka menyakitkan dan lecet pada kaki, mulut dan puting hewan.

Penyakit mulut dan kuku disebabkan oleh virus penyakit mulut dan kuku (VPMK) yang merupakan anggota dari genus aphthovirus dalam keluarga Picornaviridae. Ada tujuh serotipe utama VPMK: O, A, C, SAT 1, SAT 2, SAT 3 dan Asia 1. Serotipe O adalah serotipe yang paling umum di seluruh dunia.

Penyakit mulut dan kuku disebarkan oleh kontak langsung, seperti ketika hewan sehat menyentuh, menggosok, atau menjilati hewan yang sakit. Virus ini juga dapat menyebar secara aerosol tergantung pada suhu lingkungan dan kelembaban. Hewan juga dapat terinfeksi dari makanan/pakan terkontaminasi atau melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi (fomites).

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...