Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tradisi Lomban di Sambiroto Pati Berbeda

Tradisi Lomban di Sambiroto Pati Berbeda
Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar Lomban di Sungai Tayu. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Pati – Tradisi Lomban berupa melarung sesaji juga dilakukan sebagian masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Namun, ada yang beda.

Adapun perbedaannya, yakni sesaji yang dilarung bukan kepala kerbau, melainkan kepala kambing. Tak hanya itu, tempat dilarungnya sesaji yakni di sungai desa setempat.

“Kegiatan hari ini adalah tradisi dari leluhur turun-temurun. Kita tinggal melestarikan. Sesaji tiap ada lomban mesti ada,” ujar Sunar, salah satu panitia acara setelah memimpin acara, Selasa (10/5/2022) pagi.

Baca: Jalan Rusak di Dukuhseti Pati Mendadak Jadi Spot Mancing

Setiap tahun, pihaknya menyiapkan sesaji yang berisi ayam, kepala kambing, jajan pasar dan berbagai makanan lainnya. Sesaji ini dilarung ke aliran sungai dengan menggunakan bambu agar tidak hanyut. Sebelum dilarung, para warga berdoa bersama meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Biasanya, selain sesaji itu, kepala kerbau juga ikut dilarungkan. Acara karanaval dan pentas musik dangdut juga ikut menyemarakkan Lomban. Namun, lantaran pandemi Covid-19, acara-acara tambahan itu tidak digelar.

“Sesajinya kalau sebelah barat itu kepala kambing dan ayam putih mulus. Kalau ada diramaikan sebelah timur ada kepala kerbau. Ini ndak ada kegiatan lomban karena PPKM,” tutur dia.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah warga desa setempat untuk melestarikan budaya leluhur agar tidak punah. Selain itu, kegiatan ini merupakan cara bersyukur warga setempat atas nikmat yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

“Makna menguri-nguri tradisi leluhur agar tidak punah. Jadi setiap tahun pasti ada. Kalau tiga tahun ini tidak dilaksanakan secara besar. Sudah tiga tahun. Karena masih PPKM jadi kita mengikuti aturan pemerintah. Harapan semoga masyarakat Sambiroto, Tayu dan sekitarnya diberi keselamatan, keberkahan dan kesehatan,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Polsek Tayu, Iptu Aris Pristianto menambah, kegiatan tersebut hanya untuk melaksanakan ritual rutin tahunan dan tidak di selenggarakan secara mewah dan besar.

“Untuk hiburan musik pelaksanaannya pada pukul 13.00 WIB bertempat di pinggir sungai dekat TPI Sambiroto, pelaksanaan secara sederhana di karenakan anggaran untuk kegiatan tersebut sangat minim,” pungkas dia.

 

Reporter: Umar Hanafi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...