Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Hepatitis Misterius Mengancam, Bupati Kudus Perintahkan DKK Bertindak

Bupati Kudus HM Hartopo. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kasus hepatitis akut yang misterius telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Bupati Kudus HM Hartopo tak ingin kasus itu menyebar di Kota Kretek.

Ia pun memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus untuk bertindak. Di antaranya dengan menyiapkan langkah antisipasi adanya penyebaran hepatitis akut.

Hal tersebut dilakukan agar penanganan yang dilakukan tidak terlambat, mengingat saat ini penyakit tersebut mulai terdeteksi di sejumlah daerah.

“DKK kami minta untuk menyiapkan langkah antisipasi ini, jangan sampai nanti ada kasus di sini,” kata Hartopo, Selasa (10/4/2022).

Baca: Menkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Menular Lewat Asupan Makanan

Dia pun berharap masyarakat tidak perlu risau dengan kabar-kabar burung yang tidak benar soal penyakit ini. Hanya, Hartopo berharap masyarakat bisa ikut serta mencegah penyakit itu masuk ke Kota Kretek.

Salah satunya adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan layaknya pencegahan Covid-19.

“Memakai masker juga masih perlu, mencuci tangan apalagi, yang penting jaga kesehatan. Sementara ini di Jateng belum masuk kasus ini,” pungkasnya.

Baca: Ada Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, IDI Kudus: Jangan Panik

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus Ahmad Syaifuddin menerangkan, gejala hepatitis “misterius” ini masih sama pada umumnya, seperti sakit perut, muntah, diare mendadak, muntah, kejang, hingga penurunan kesadaran. Namun, belum diketahui penyebabnya.

“(gejala) Seperti hepatitis pada umumnya, tapi belum diketahui penyebabnya,” kata dia.

Dia menambahkan, masyarakat harus tetap waspada namun tidak perlu cemas. Ia juga berharap hepatitis misterius ini kasusnya tidak meluas di Indonesia.

“Ada banyak informasi hoaks tentang hepatitis misterius ini. masyarakat harus hati-hati,” ungkapnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...