Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dapat Asimilasi, 20 Napi Lapas Semarang Langsung Bebas

Para napi Lapas Kelas I Semarang saat mendapatkan asimilasi di rumah dalam rangka Indulfitri 2022. (Lapas Semarang)

MURIANEWS, Semarang – Sebanyak 20 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang dapat menghirup udara bebas, Selasa (10/5/2022). Puluhan napi tersebut mendapat asimilasi di rumah dalam momentum Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriyah.

Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji menjelaskan pelaksanaan asimilasi di rumah ini sudah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 43 Tahun 2021 yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM sebagai solusi untuk mengurangi over crowded di Lapas dalam masa pandemi Covid-19.

Baca: 139 Warga Binaan Lapas Purwodadi Grobogan Terima Remisi Lebaran

”Asimilasi rumah diberikan kepada narapidana yang telah menjalani setengah masa pidana dan dua pertiga masa pidananya tidak lebih dari 30 Juni 2022,” katanya.

”Hari ini kita bebaskan 20 narapidana untuk jalani asimilasi dirumah. Ini kita lakukan agar narapidana yang hendak menjalani reintegrasi sosial dapat menikmati momentum lebaran bersama keluarga pada bulan syawal ini,” lanjut Kalapas.

Sebelumnya, pihak Lapas juga telah memberikan hak Pembebasan Bersyarat kepada enam orang narapidana pada hari Senin lalu.

Hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi narapidana yang bisa mendapatkan asimilasi dirumah karena dapat berkumpul bersama keluarganya saat momentum lebaran.

Baca: Warga Binaan Lapas Purwodadi Grobogan Diajak Bertobat

Ungkapan rasa syukur dan terharu pun tak mampu disembunyikan para narapidana tersebut.

”Saya sangat bersyukur sekali bisa mendapatkan asimilasi rumah ini, jadi masih bisa merasakan suasana lebaran dirumah,” ungkap Rumantoko perkara penggelapan pidana 1 tahun penjara tersebut.

Sementara pelaksanaan serah terima asimilasi dirumah diserahkan kepada petugas Balai Pemasyarakatan Semarang untuk mendapatkan pengawasan dan pembimbingan lanjutan di luar lapas.

”Mereka masih mempunyai kewajiban untuk wajib lapor untuk setiap keberadaan nya pada petugas Bapas. Apabila melanggar, maka asimilasi dapat di cabut dan narapidana tersebut di masukkan kembali ke Lapas,” jelas Kalapas.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...