Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

PG Rendeng Kudus Optimis Bisa Giling 2.500 Ton Tebu per Hari

PG Rendeng Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus kembali beroperasi di tahun 2022 ini. Rencana awal, pabrik ini akan melakukan proses giling pada 15 Mei 2022 mendatang.

PG Rendeng sendiri,  sebelumnya telah vakum giling selama tiga tahun karena revitalisasi yang tak kunjug rampung.

Kini, di awal produksinya kembali, jajaran manajemen menargetkan ada sebanyak 270 ribu ton tebu yang digiling selama 97 hari ke depan. Dengan rata-rata per harinya adalah sebanyak 2.500 ton tebu yang digiling.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya penyempurnaan, sederet tes juga sudah kami lakukan, dan ini saat yang dinanti-nanti, yakni masa giling,” kata Manajer Kepala Tanaman PG Rendeng Febri Prasetyawan usai tradisi manten tebu, Selasa (10/5/2022).

Baca: Tradisi Manten Tebu Awali Masa Giling PG Rendeng Kudus

Dia menjelaskan, tebu sebanyak itu berasal dari petani binaan di empat kecamatan di Kudus, Jepara, Pati, dan Rembang. Mereka akan menyetorkan tebu secara bertahap saat masa giling dimulai.

“Kami terus menjalin komunikasi baik dengan mereka, forum kemitraan juga terbentuk, jadi kami rasa akan aman untuk bahan baku produksi tahun ini,” ujarnya.

Terkait kesiapan mesin sendiri, Febri menyampaikan semua alat telah siap setidaknya 98,7 persen. Sehingga dari segi kesiapan, PG Rendeng telah siap memulai awal yang baru lagi.

“Semuanya telah bekerja keras untuk menyiapkan ini, kami harap ini bisa menjadi awal yang bagus bagi PG Rendeng,” pungkasnya.

Sebelum memulai masa giling, PG Rendeng Kudus menggelar tradisi “Manten Tebu” Selasa (10/5/2022).

Baca: Samsat Kudus Dibanjiri Warga di Hari Pertama Kerja, Server Sempat Eror

Dua buah tebu dari asal kebun yang berbeda disatukan dalam tradisi tersebut. Satu tebu, akan menjadi mempelai pria dengan nama Bagus Setyo Raharjo dan satu tebu lainnya akan menjadi pengantin perempuan yang diberi nama Roro Gendhis Ayu.

Dua tebu pilihan itupun kemudian diarak dari seberang jalan PG Rendeng Kudus menuju mesin giling yang berada di dalam pabrik.

Dengan iringan musik dan kesenian barongan, dua tebu itu akan diserahkan kepada pejabat pabrik dan dilemparkan ke mesin giling.

Baca: Lomban Prau di Kudus, Menikmati Rawa dengan Becak Air

Selain dua tebu itu, turut diarak dan diletakkan ke mesin penggiling pula tebu-tebu pengiring yang berjumlah puluhan itu.

Pada tahun ini sendiri, tebu pengantin pria berasal dari perkebunan tebu Desa Gribig Kecamatan Gebog dan pengantin perempuan berasal dari perkebunan tebu Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...