Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JAYA

Bikin Geram Pengguna Jalan, Polda Metro Panggil Pesepatu Roda Viral di Jaksel

Para pesepatu roda saat melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan dinilai membahayakan. (Tangkap Layar)

MURIANEWS, Jakarta – Aksi pesepatu roda yang diketahui berasal dari salah satu komunitas membuat geram pengguna jalan. Pasalnya mereka beraksi di jalan yang bukan peruntukan bagi sepatu roda.

Aksi itupun viral di media sosial dan mengundang ragam komentar dari netizen. Apalagi, aksi yang dilakukan di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (Jaksel) itu tak hanya membahayakan pengguna jalan, namun diri mereka sendiri.

Baca: Polda Metro Tiadakan Ganjil-Genap Selama Libur Lebaran, Kecuali Masuk Tol

Hal itu pun langsung ditindak lanjuti Polda Metro Jaya. Sesuai rencana, komunitas pesepatu roda itu akan dipanggil hari ini, Selasa (10/5/2022) untuk diberikan pembinaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan mengungkapkan, pemanggilan itu dilakukan guna memberikan pemahaman terkait pelanggaran Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Tentunya ini kami sayangkan dan kedepan Polda Metro Jaya dalam waktu dekat akan panggil komunitas tersebut pada Selasa di Subdit Gakkum untuk memberikan edukasi,” kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya seperti dikutip Suara.com.

Baca: Polda Metro Jaya Imbau Warga Tak Gelar Sahur On The Road, Ini Alasannya

Zulpan menyebut, pihaknya juga telah berkoordonasi dengan sejumlah pihak yang menaungi komunitas sepatu roda tersebut.

Hanya saja, dia enggan menjabarkan lebih lanjut identitas dari komunitas yang melakukan aksinya itu di jalan raya.

“Kami jadwalkan panggil untuk beri edukasi aturan agar paham kegiatan itu tidak dibenarkan sesuai Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tidak peruntukan sepatu roda melintas di jalan protokol,” kata dia.

Lebih lanjut, Zulpan menyebut jika kepolisian tidak akan melakukan penindakan hukum kepada rombongan pesepatu roda yang melintas di jalan raya tersebut. Pemeriksaan, beber dia, dilakukan hanya untuk langkah edukasi.

“Peringatan kami kedepankan tindakan persuasif bersifat edukasi,” papar Zulpan.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Suara.com

Comments
Loading...