Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Jandia Eka Putra, Kiper PSIS Semarang Tersandung Masalah Hukum Saat Mudik

Jandia Eka Putra
Jandia Eka Putra (tengah), kiper PSIS Semarang, menghadapi tuduhan hukum saat mudik ke Padang. (www.facebook.com/PSISFootballClub/photos)

MURIANEWS, Semarang- Jandia Eka Putra, Kiper PSIS Semarang tersandung masalah hukum, saay mudik ke Padang, Sumatera Barat. Kiper andalan PSIS di Liga 1 musim lalu ini, diduga melajukan pemukulan terhadap anggota Brimob Polda Sumatera Barat.

Dugaan kasus pemukulan terhadap anggota Brimob Polda Sumbar, yang diketahui bernama Briptu Fauzi Rizki Saputra, terjadi di objek wisata Pantai Pasir Jambak, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (8/5/2022). Selanjutnya, kasus ini ditangani oleh pihak berwajib.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy Adriansyah Putra, mengatakan pemeriksaan terhadap penjaga gawang PSIS Semarang itu berlangsung hari ini. Sebelumnya Jandia dan sejumlah rekannya diamankan di Polsek.

“Kemarin sempat diamankan di Polsek, tadi malam kami ambil alih. Karena diduga pelaku banyak, sekitar 10 orang, kami masih periksa peran-peran orang yang diamankan ini,” kata Kompol Dedy Ardiansyah Putra, dikutip dari Solopos.

BACA JUGA: Taisei Marukawa Sebut Gajinya di PSIS Semarang Setara Pemain Top di Liga Jepang

Selanjutnya dijelaskan juga oleh Kompol Dedy Ardiansyah Putra, dari hasil pemeriksaan sementara ada dua orang yang telah mengaku dan ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan beberapa orang lainnya masih berstatus saksi dan terus diperiksa.

“Selebihnya masih saksi, kami masih melengkapi alat bukti,” lanjutnya.

Jandia Eka Putra sendiri, menurut Kompol Dedy Ardiansyah, sementara ini masih berstatus sebagai saksi. Meski demikian, jika dalam pemeriksaan selanjutnya ada bukti keterlibatannya, dalam kasus dugaan penganiayaan aparat Brimob Polda Sumbar, maka Jandia pun akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami masih dalami, kami tidak ingin buru-buru. Masih diperiksa sekarang karena jumlahnya banyak dan membutuhkan waktu untuk diperiksa satu-satu,” imbuh Kompol Dedy.

Sementara itu, kasus dugaan pemukulan itu terjadi saat aparat Brimob Polda Sumbar dan keluarganya tengah berwisata di Pantai Pasir Jambak. Jandia yang memang izin pulang ke kampung halamannya di Padang, Sumbar, kala itu di lokasi yang sama tengah bermain sepak bola bersama beberapa orang lainnya.

“Kebetulan anggota Brimob jalan-jalan ke pantai bersama keluarga. Anaknya lagi duduk bermain pasir, kemudian datang pemuda main bola, satu tim lima orang. Jadi main bola hampir mengenai keluarga anggota Brimob,” jelasnya.

Aparat Brimob itu pun sempat melakukan dua kali teguran kepada Jandia dan teman-temannya yang bermain bola. Meskki demikian, teguran itu tak digubris hingga terjadi cekcok yang berujung pada pemukulan.

“Maka terjadilah pemukulan. Pemain bola yang bermain melakukan pemukulan. Kami masih dalami, kan yang main bola lebih dari 10 orang. Ada juga anak-anak bawah umur main. Jandia Eka Putra juga sedang main saat itu,” kata dia.

“Sepertinya terkena cakaran. Semuanya diduga terlibat melakukan penganiayaan dengan tangan. Mereka semua masih diamankan,” tutupnya.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Sumber: Solopos

Comments
Loading...