Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tebing Kali Anyar Solo Longsor, Satu Rumah Warga Roboh

Kondisi rumah warga yang roboh pada bagian belakang di bantaran Kali Anyar, Nusukan, Solo, Senin (9/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

MURIANEWS, Solo — Tebing Kali Anyar di Kelurahan Nusukan, Solo, longsor akibat erosi, Minggu (8/5/2022) sore. Akibatnya, satu rumah warga di kelurahan tersebut roboh.

Musibah tersebut terjadi di Nayu Barat RT 2 RW 13 Kelurahan Nusukan, Banjarsari. Tinggi dan derasnya arus Kali Anyar membuat tanah di bantaran sungai tergerus dan sebuah rumah warga ambrol di bagian belakangnya.

Rumah yang longsor tersebut diketahui milik Tri Martono. Saat kejadian penghuni rumah sedang mudik ke Semarang, sehingga tak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka bahkan sempat melihat langsung dampak longsor, Senin (9/5/2022). Dia didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Nico Agus Putranto.

“Tadi ada beberapa rumah di pinggiran sungai, itu nanti kita carikan solusi. Pokoknya untuk yang terdampak banjir, longsor, puting beliung, kebakaran, nanti ditangani,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga berpesan untuk tidak mendirikan bangunan di bantaran. Ia pun menjelaskan bangunan tempat tinggal di bantaran sungai tidak dibenarkan dan berisiko terhadap keselamatan warga.

Menurut Gibran Pemkot Solo juga akan melakukan penertiban bangunan di sepanjang bantaran sungai untuk antisipasi.

“Penertiban harus dilakukan karena risiko yang tinggi. Harus ada penataan di bantaran sungai,” terang dia. Sedangkan Nico Agus Putranto mengatakan hujan deras yang mengguyur Solo pada hari Minggu cukup ekstrem dari intensitasnya.

Apalagi hujan deras disertai dengan angin puting beliung di wilayah Kelurahan/Kecamatan Jebres. Sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga di Jl Kartika, Ngoresan, Jebres. Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana alam itu.

Sedangkan untuk banjir dan genangan air terpantau setidaknya di 20 lokasi dengan ketinggian bervariasi. Banjir dan genangan air terjadi karena saluran air atau drainase, serta sungai di Solo tidak mampu lagi menampung volume air hujan.

”Hampir semua sungai di Kota Solo, seperti Kali Jenes, Sungai Brojol juga, hampir semua sungai meluap, termasuk luapan-luapan air di sepanjang jalan Solo termasuk Jl. Slamet Riyadi juga di Jl. Urip Sumoharjo, dan masih banyak lagi,” urai dia.

Seperti diketahui, pada Minggu sore musibah kebakaran juga terjadi di bangunan ruko yang beralamat di Jl RE Martadinata No. 17 Ketandan, Jebres. Beruntung api berhasil dipadamkan oleh petugas sebelum merembet ke rumah lain.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...