Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO YOGYAKARTA

4 Orang Diperiksa Terkait Bentrokan Maut Tewaskan 2 Warga di Sleman

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi. (Tribrata Polri)

MURIANEWS, Sleman – Sebanyak empat orang diperiksa atas bentrokan maut di Sleman yang menewaskan dua orang di Jalan Seturan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Minggu (8/5/2022).

Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi, menjelaskan sampai saat ini, polisi telah memeriksa sebanyak empat saksi terkait kasus tersebut.

Baca: Dua Orang Tewas Usai Bentrok Antarkelompok di Sleman, Polda DIY Turun Tangan

”Beberapa CCTV kami dalami. Kemudian korban sudah divisum luar dan visum dalam di rumah sakit Bhayangkara,” katanya seperti dikutip Harian Jogja, Senin (9/5/2022).

Dari hasil pemeriksaan para saksi, didapatkan hasil sementara penyebab terjadinya penusukan tersebut adalah adanya selisih paham di TKP. Yakni antara kelompok korban yang berjumlah lima orang dan kelompok pelaku yang diperkirakan terdiri dari empat sampai lima orang.

”Berselisih paham karena dua kelompok ini bertemu di persimpangan kemudian tidak mau saling mengalah. Terjadi cekcok, kejar-mengejar hingga proses penganiayaan,” ungkapnya.

Dari pemeriksaan awal kedua korban meninggal akibat serangan senjata tajam (sajam) di bagian dada dan punggung. “Sajam yang digunakan belum ditemukan,” katanya.

Baca: 11 Lokasi di Jalan Solo-Yogya Rawan Macet saat Mudik, Polres Klaten Siapkan Contraflow

Saat itu korban dan temàn-temannya dalam perjalanan pulang seusai acara kumpul-kumpul. Korban DS diantarkan ke rumah sakit JIH oleh temannya, yang kemudian dilaporkan ke Polda DIY.

DS meninggal dalam perawatan di rumah sakit JIH sekira pukul 04.50 WIB. Adapun TIP meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Terkait dugaan pelaku, Kombes Pol Ade Ary mengaku sudah ada titik terang. Namun polisi masih melakukan pengejaran.

Ade juga mengimbau jika ada masyarakat yang mengetahui dan melihat langsung kejadian tersebut agar menginformasikan ke polisi melalui nomor 110 maupun akun media sosial media Polda DIY. “Mohon dapat diinformasikan,” ujarnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Harian Jogja

Comments
Loading...