Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Duh! Aduan THR di Jateng Didominasi Perusahaan Garmen

Ilustrasi

MURIANEWS, Semarang – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng mencatat terdapat 205 aduan Tunjangan Hari Raya (THR)yang diterima selama membuka Posko THR. Di luar dugaan, aduan itu ternyata didominasi laporan dari perusahaan di sektor garmen

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng Sakina Rosellasari mengatakan, aduan terkait THR terus masuk hingga hari ke enam setelah Lebaran. Aduan itu didominasi laporan dari perusahaan di sektor garmen.

Baca: Diadukan ke Pemprov, 71 Perusahaan Akhirnya Bayar THR ke Karyawan

”Mayoritas didominasi oleh kasus THR yang tidak dibayarkan, ada 90 aduan. Selain dari sektor garmen, aduan juga ada yang berasal dari hotel, cafe, rumah sakit, industri makanan, jasa kurir dan furniture,” katanya, Senin (9/5/2022).

Selain itu, lanjutnya, aduan paling banyak dari wilayah Semarang . Totalnya mencapai 66 aduan. Kemudian disusul wilayah Surakarta sebanyak 46.

Baca: Open BO dan Selingkuh di Pabrik Jepara Ditengarai jadi Biang HIV/AIDS

Ia menyebut, pihaknya terus menindaklanjuti aduan yang masuk ke Posko THR. Hal itu dilakukan dengan menerjunkan pengawas ketenagakerjaan dan bekerjasama dengan pemkab atau pemkot setempat guna melakukan mediasi.

Sakina merinci, pengawas ketenagakerjaan telah menerbitkan nota pemeriksaan untuk 25 perusahaan. Adapula 18 perusahaan yang sedang dalam tahap penerbitan nota pemeriksaan. Sementara 63 perusahaan dalam proses tindak lanjut.

Baca: Enggan Bayar THR, 31 Perusahan di DIY Segera Disanksi

Dari laporan yang masuk, ada empat aduan yang kemudian dicabut oleh pelapor. Adapula, empat aduan yang alamat perusahaan tidak ditemukan. Sementara 19 aduan dikategorikan mereka pekerja yang memang tidak berhak mendapatkan THR sesuai Permenaker 6/2016 dan PP 63/2021.

Sesuai regulasi, mereka yang tidak berhak mendapat THR, di antaranya, peserta magang, atau mereka yang masa kontraknya habis sebelum lebaran.

“Dari hasil mediasi dan pemeriksaan, Alhamdulillah THR yang  kemudian dibayarkan penuh sejumlah 71 perusahaan. Semua pengadu telah kami infokan progres penanganan, jadi meski libur namun, penanganan tetap berjalan” sebutnya.

Baca: Pemkab Grobogan Kucurkan Rp 37 Miliar Untuk THR ASN dan Anggota DPRD

Terakhir, Sakina menegaskan Disnakertrans Jateng terus melakukan tindak lanjut terhadap aduan yang masuk. Hingga kini, ia menyebut, belum ada perusahaan yang diberikan nota pemeriksaan kedua.

Nantinya, jika sampai perusahaan tidak menaati regulasi akan ada sanksi yang diberikan. Hukuman yang diberikan adalah pengenaan denda sebesar 5 perssen dari jumlah THR yang diterima setiap buruh.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...