Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tradisi Bulusan di Kudus Digelar Terbatas, Hanya Satu Gunungan Dikirab

Warga menunjukkan hasil bumi dari gunungan yang dikirab dalam tradisi Bulusan Kudus, Senin (9/5/2022). (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kirab tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah digelar Senin (9/5/2022). Tradisi ini digelar terbatas dengan satu gunungan hasil bumi yang dikirab.

Ketua Panitia Kirab Bulusan, Andi Lukman mengatakan kirab tradisi Bulusan sudah dua tahun terakhir tidak berjalan karena adanya pandemi Covid-19. Yakni pada 2020 dan 2021 silam.

“Dua tahun terakhir ini vakum. Alhamdulillah tahun ini diperbolehkan untuk melaksanakan tradisi ini. Tetapi ya kami laksanakan terbatas hanya satu gunungan saja. Antusias warga bagus dan semoga bisa longgar lagi tahun depan,” katanya.

Dia menjelaskan, tradisi Bulusan itu mengkirab gunungan hasil bumi. Terdiri dari 20 jenis sayuran. Untuk jumlah peserta kirab hanya 50 orang saja.

Menurut dia pada 2019 lalu ada sepuluh gunungan yang dikirab. Namun, karena masih situasi pandemi pelaksanaan kirab tradisi Bulusan tahun ini hanya membawa satu gunungan saja.

“Kami rute kirabnya juga sekitaran sini saja dan selesai di depan makam Mbah Dudo di RT 05, RW 05 ini,” ujarnya.

Baca: Pedagang Lentog Kudus Kebanjiran Cuan dari Pemudik

Sementara itu, salah seorang warga, Uun Nafiroh mengaku ingin mendapatkan hasil bumi dari gunungan sebagai upaya mengharapkan keberkahan. Dia mendapatkan beberapa sayuran.

“Iya ini tadi ikut berebut. Dapat gambas, wortel, dan onclang. Memang sengaja ikut berebut karena dua tahun sudah tidak diselenggarakan,” imbuhnya.

Baca: Meriah, 200 Sapi Ramaikan Tradisi Bakdan Sapi di Boyolali

Dia berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga tahun depan kirab tradisi Bulusan dapat digelar kembali.

“Semoga pandemi Covid-19 selesai dan tahun depan bisa ada lagi kirab Bulusan seperti ini,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...