Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

INFO JATIM

Bocah 7 Tahun di Tulungagung Meninggal, Diduga Karena Hepatitis Akut `Misterius`

Bocah 7 Tahun di Tulungagung Meninggal Diduga Karena Hepatitis Akut 96Misterius96
Ilustrasi mayat bayi

MURIANEWS, Tulungagung- Seorang bocah berusia 7 tahun di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia. Diduga bocah tersebut terinveksi hepatitis akut `misterius` lantaran saat dilakukan perawatan, menunjukkan gejala penyakit yang menggemparkan tersebut.

Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung juga mempunyai dugaan yang sama. Pasalnya, anak tersebut sempat dirawat intensif di rumah sakit dengan gejala hepatitis. Namun, hasil laboratorium disebut tidak mendeteksi virus hepatitis A, B, C, D, maupun E.

Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung dr Kasil Rokhmat membenarkan bahwa sebelumnya bocah tersebut di rawat di RSUD dr ishak Tulungagung.

“Iya Sudah dikonfirmasi,” katanya, dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (9/5/2022).

Kasil melanjutkan, kendati anak tersebut tidak terinfeksi virus hepatitis, namun bocah berusia tujuh tahun itu menunjukkan sejumlah gejala umum dari penyakit hepatitis misterius yang sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini.

Baca: Ada Hepatitis Misterius Serang Anak-anak, IDI Kudus: Jangan Panik

Sejumlah gejala yang dilaporkan di antaranya mirip gejala penyakit kuning, demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat. Selain itu, pasien anak usia tujuh tahun yang meninggal ini juga masuk dalam kriteria lain dari hepatitis misterius, seperti berusia di bawah 10 tahun dan tidak memiliki komorbid.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono mengatakan pihaknya belum menentukan diagnosis kematian pasien tersebut. Ia masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

“Kami koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus yang meninggal di Tulungagung itu adalah sindroma jaundice akut (penyakit kuning akut) karena masih perlu data-data tambahan pemeriksaan laboratorium yang saat ini masih dikerjakan,” kata Erwin di Surabaya.

Baca: Minum Temulawak Dianggap Manjur Obati Hepatitis, Benarkah Demikian? Ini Penjelasannya

Erwin mengatakan kini pihaknya pun sedang dalam proses mengirim sampel pasien itu, ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof dr Sulianti Saroso, di Jakarta.

“Kami kirim laporan ke RS Sulianti Saroso untuk back up. Nanti kalau datanya sudah lengkap akan kami sampaikan diagnosisnya seperti apa,” ucapnya.

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: CNNIndonesia.com

Comments
Loading...