Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Transaksi Pasar Digital BUMN ke UMKM Tembus 20 Triliun

Transaksi Produk Digital BUMN ke UMKM Tembus 20 Triliun
Menteri BUMN Erick Thohir (Instagram/@erickthohir)

MURIANEWS, Jakarta- Nilai transaksi platform Pasar Digital yang merupakan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terhadap pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga saat ini sudah tembus Rp 20 triliun. Dari total nilai transaksi itu, tercatat ada 15 ribu UMKM yang tergabung.

Dimungkinkan, jumlah tersebut akan terus bertambah, seiring dengan banyak nya pelaku UMKM yang mulai menyadari adanya pasar digital BUMN ini. Selain dapat mempermudah proses penjualan, dengan platfor tersebut pelaku UMKM juga tidak kalah bersaing dengan industry besar.

PaDi UMKM merupakan insiatif bersama dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk menguatkan sinergi guna mengoptimalkan anggaran BUMN untuk berbelanja produk koperasi dan UMKM khususnya pada nilai tender di bawah Rp 400 juta.

“BUMN sebetulnya tugasnya ada tiga yakni pembiayaan, pendampingan, dan membuka akses pasar. Tapi kita tidak mungkin membuka akses pasar sendiri tanpa dukungan kementerian lain, jadi perlu sinergi,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir, dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/5/2022).

Baca: Siap-Siap Erick Thohir Cari 1,2 Juta Petani Melalui Program Makmur BUMN

Erick mengatakan, komitmen BUMN untuk mendukung produk koperasi dan UMKM juga ditegaskan pada acara Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri Dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia pada 25 April 2022 lalu.

Bahkan saat itu Erick menegaskan akan mencopot direksi BUMN yang tidak menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait peningkatan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri dalam hal ini UMKM.

“Saat ini Kementerian BUMN berencana menggabungkan lebih dari 100 hotel yang dimiliki perusahaan pelat merah. Nantinya, semua produk hotel-hotel itu harus di-support oleh UMKM dengan Sarinah yang menjadi agregatornya. Jadi brand-nya Sarinah tapi produk belakangnya sebenarnya UMKM semua,” kata Erick Thohir.

Baca: Erick Thohir Sebut Pertamax Bakal Naik Sebentar Lagi

Begitu pula untuk fasilitas publik milik BUMN yang lain, misalnya rumah sakit, juga akan diupayakan untuk menggunakan produk-produk dari koperasi dan UMKM.

 

Penilis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...