Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Persijap Jepara Junior Era 1993-2000 Gelar Laga Reuni

Persijap Jepara Junior Era 1993-2000 Gelar Laga Reuni
Para pemain Persijap Jr era 1993-2000. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Para pemain Persijap Jepara Junior era 1993-2000 menggelar laga reuni. Laga itu digelae di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Sabtu (7/5/2022).

Sejumlah nama para punggawa Laskar Kalinyamat di masa keemasan dulu turut hadir. Seperti Nur Hadi, Danang Wihatmoko, hingga pelatih mereka, Yudi Suryata juga diundang dalam laga reuni tersebut.

Banyaknya para pemain yang hadir di reuni itu, sampai membuat pertandingan digelar tiga kali 45 menit. Para pemain masih menunjukan kemampuan terbaiknya, meski sudah termakan usia.

Baca: Pemain Persijap Junior 92-2000 Gelar Reuni, Termasuk Warsidi Ardy Eks Timnas Indonesiab

Seperti Danang Wihatmoko, kiper legendaris era Liga Djarum Indonesia Super League. Dia yang turun sejak menit awal masih menunjukan kehebatannya menjaga gawang.

Insting membaca arah bola hingga memblok serangan masih ditunjukan dengan apik. Tiga kali dia mampu melakukan penyelamatan saat lawan mengancam gawangnya.

Hanya saja, usia tak bisa dibohongi. Gerakan Danang sudah tak segesit di masa emasnya dulu. Danang pun uanya bermain setengah babak pertama saja.

Setelah itu, dia beristirahat dan menonton kawan-kawannya bernostalgia memainkan si kulit bundar di atas rumput stadion kebanggan Laskar Kalinyamat itu.

“Kaki saya sakit. Sepatunya kekecilan,” kata Danang saat keluar dari lapangan sambil mengatur napasnya.

Sementara itu, Nur Hadi juga ikut turun merumput. Striker andalan Persijap yang dulu terkenal memiliki kecepatan berlari itu bermain pada pertengahan babak kedua.

Nur Hadi masih mengambil posisi andalannya, yakni striker. Namun, striker legendaris itu tak lagi menunjukan skill speed terbaiknya.

Si Mungil, julukan Nur Hadi lebih sering berjalan dan lari-lari kecil dibanding berlari kencang. Aksi mengacak-acak pertahanan lawan saat masih memakai baju kebesaran Persijap dulu pun tak dipertontonkannya.

“Meskipun banyak (teman, red) yang tidak hadir, tapi pertandingan ini bisa menjadi obat kangen saya,” kata pemain kelahiran Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara ini.

Menurutnya, pertandingan bertajuk reunian ini sangat baik untuk menjalin silaturrahmi. Karena, memang di antara mereka sudah jarang sekali berjumpa.

Sementara itu, Yudi Suryata, mantan pelatih Persijap Junior, juga turut hadir di tengah-tengah kerinduan itu. Raut wajahnya sangat senang bercampur haru saat anak-anak didiknya bersalaman dan merangkul dirinya.

Yudi menyatakan undangan reunian itu merupakan kehormatan besar bagi dirinya. Sebab, sudah sangat lama memang dirinya tak bertemu anak-anak didiknya itu.

“Saya sangat trenyuh. Anak-anak, sudah sekian lama, ada 30 tahunan tak bertemu. Masih mengingat saya. Dalam hati saya menangis,” ucap Yudi.

Yudi mengungkapkan, reunian itu menjadi semacam obat kerinduan atas Persijap Jepara di masa tuanya. Dirinya berharap, para pemain yang pernah dia asuh selalu menjaga silaturahmi dan kekeluargaan.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...