Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Minum Temulawak Dianggap Manjur Obati Hepatitis, Benarkah Demikian? Ini Penjelasannya

Minum Temulawak Dianggap Manjur Obati Hepatitis, Benarkah Demikian? Ini Penjelasannya
Foto: Temulawak (wikipedia.org)

MURIANEWS, Kudus– Penyakit hepatitis sebenarnya sudah muncul sejak lama. Penyakit ini menyebabkan peradangan hati akibat infeksi virus, dan mudah ditularkan dari orang ke orang.

Selain pengobatan medis, banyak orang yang mengonsumsi tanaman herbal untuk mengobati hepatitis. Salah satunya adalah memanfaatkan temulawak.

Benarkah temulawak dapat menjadi obat alami hepatitis? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Hello Sehat, Jumat (6/4/2022).

Baca juga: Mengenal Penyakit Hepatitis yang Sekarang Sedang Jadi Perhatian Serius

Berbagai kandungan dalam temulawak

Temulawak atau Curcuma xanthorrhiza merupakan tanaman obat yang sudah lama dikenal di Indonesia. Tanaman ini memiliki beragam manfaat sebagai obat alami yang sudah digunakan oleh nenek moyang secara turun temurun.

Rimpang temulawak (batang yang terletak di bawah tanah) merupakan bagian yang umumnya dijadikan sebagai bahan obat tradisional.

Pada bagian rimpang tersebut, temulawak mengandung berbagai zat yang dinilai berkhasiat untuk kesehatan manusia, termasuk sebagai obat berbagai penyakit seperti hepatitis.

Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, rimpang temulawak mengandung 13,98% kadar air, 3,81% kadar minyak atsiri, 41,45% pati, 12,62% serta, 4,62% abu, dan 0,56% abu tak larut asam.

Selain itu, rimpang temulawak juga memiliki kandungan 9,48% sari dalam alkohol, 10,9% sari dalam air, serta 2,29% kadar kurkumin.

Khasiat temulawak sebagai obat hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang ditandai adanya peradangan di bagian hati manusia. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi virus, yang disebabkan oleh tiga virus hepatitis berbeda, yaitu hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C.

Meski demikian, hepatitis juga bisa terjadi karena konsumsi alkohol, narkoba, atau kondisi medis tertentu.

Pengobatan setiap jenis hepatitis berbeda-beda. Biasanya, penderita hepatitis A hanya memerlukan istirahat karena ini merupakan penyakit jangka pendek. Sementara hepatitis B dan hepatitis C memerlukan perawatan atau pengobatan khusus.

Pada pengobatan tradisional, temulawak dapat menjadi pilihan untuk mengobati hepatitis. Temulawak memiliki khasiat yang baik sebagai antioksidan dan antiinflmasi pada tubuh manusia. Selain itu, temulawak mengandung kurkumin.

Komponen kurkumin memberikan warna kuning di temulawak. Pada pengobatan hepatitis, kurkumin berperan sebagai pelindung organ hati (hepatoprotektor). Mekanisme hepatoprotektif pada temulawak terjadi karena efek antioksidannya.

Sebagai antioksidan, kurkumin dapat melawan radikal bebas yang didapat dari hasil sampingan pada peradangan di organ hati. Dengan demikian, antioksidan ini dapat mencegah kerusakan sel hati semakin parah.

Selain itu, pada penderita hepatitis B, kurkumin juga bisa menghambat ekspresi gen dan replikasi virus hepatitis B. Pasalnya, pada penderita hepatitis B, virus yang menginfeksinya akan melakukan ekspresi gen dan perkembangbiakan.

Dengan demikian, penderita hepatitis B bisa terhindar dari penyakit liver yang lebih parah melalui obat temulawak ini.

Baca juga: Suka Makan Ceker Ayam? Ketahui Dampaknya bagi Kesehatan

Cara mengonsumsi temulawak sebagai obat hepatitis

Biasanya temulawak dijadikan jamu untuk dikonsumsi. Meski demikian, sebaiknya penderita hepatitis tetap berkonsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi temulawak sebagai obat alami.

Untuk mengonsumsi temulawak sebagai obat alami, Anda bisa mengikuti langkah di bawah ini.

1. Siapkan dua batang rimpang temulawak, cuci bersih dan kupas.

2. Potong-potong rimpang temulawak dan rebus bersama dengan 1/2 liter air.

3. Tambahkan gula aren sesuai selera.

4. Rebus hingga air berkurang setengahnya dan ramuan jamu temulawak siap diminum.

5. Minumlah ramuan ini dua kali sehari untuk hasil yang optimal.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: hellosehat.com

Comments
Loading...