Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Tanpa Iming-iming BLT, Minat Vaksinasi Masyarakat Grobogan Rendah

Tanpa Iming-iming BLT, Minat Vaksinasi Masyarakat Grobogan Rendah
Foto: Ilustrasi vaksinasi (pixabay.com)

MURIANEWS, Grobogan– Minat masyarakat Kabupaten Grobogan untuk ikut vaksinasi, tanpa menjadi syarat pengambilan BLT atau bantuan langsung tunai rendah. Hal itu terungkap dari hasil kegiatan vaksinasi yang digelar beberapa pekan terakhir.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan Djatmiko menerangkan, dalam kegiatan vaksinasi yang digelar pada malam hari beberapa waktu lalu, total hanya 200 orang yang bersedia divaksin.

“Mulainya kira-kira 18.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB, itu hanya 200 orang. Padahal, dengan rentang waktu yang sama, saat vaksinasi menjadi syarat pengambilan BLT, jumlahnya mencapai ribuan, bisa tiga ribu sampai empat ribu orang,” kata dia, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Sering Bikin Kliru! Di Grobogan Ada Desa Namanya Sama tapi Beda Kecamatan lho, Ini Datanya

Sementara, dalam vaksinasi yang digelar di tempat wisata Bledug Kuwu, jumlahnya jauh lebih sedikit. Dalam sehari, peminat vaksinasi di bawah 40 orang. Padahal, dalam momentum libur Idul Fitri ini pihaknya diminta untuk memaksimalkan capaian vaksinasi.

Djatmiko menerangkan, capaian vaksinasi dosis ketiga hingga kini baru di angka 18 persen. Padahal, target hingga 30 April 2022, sebenarnya diiharapkan bisa mencapai 30 persen. Menurutnya, kebijakan kewajiban penerima BLT untuk vaksinasi ketiga perlu diterapkan agar masyarakat antusias mengikuti vaksin booster.

Untuk diketahui, per Kamis (5/5/2022) hari ini, jumlah warga Grobogan yang tervaksinasi dosis pertama sebanyak 90,99 persen, dosis kedua 79,59 persen, sedangkan dosis ketiga 17,56 persen. Adapun total sasaran vaksinasi yakni sebanyak 1.140.272 orang.

Lebih lanjut, Djatmiko mengatakan, saat ada kegiatan penerimaan BLT minyak goreng sebelum Lebaran, pihaknya sebenarnya menginginkan kebijakan tersebut. Namun, dari pihak Kantor Pos selaku penyalur BLT tersebut tidak mengizinkan.

“Alasannya akan mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan,” tambahnya.

 

 

Reporter: Saiful Anwar
Editor: Dani Agus

Comments
Loading...