Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Crazy Rich Jepara Sempat Hubungi Ganjar saat Bangun Jembatan, Tapi Dicuekin

Crazy Rich Jepara Sempat Hubungi Ganjar saat Bangun Jembatan, Tapi Dicuekin
Sosok Kholil, warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang membangun jembatan dengan kocek pribadinya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Crazy Rich Jepara, Kholil ternyata sempat menghubungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat proses pembangunan jembatan di kampungnya, Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan.

Namun, upayanya tidak mendapat sambutan yang positif dari Ganjar Pranowo. Bahkan, ia terkesan dicuekin. Padahal beberapa kali si Crazy Rich itu menghubungi nomor hotline sesuai yang tertera di portal-portal untuk menyampaikan keluhan seperti yang dipromosikan Ganjar.

Kholil mengupayakan itu karena melihat Ganjar sering eksis di media sosial. Ganjar juga kerap menyarankan warga Jawa Tengah mengadukan keluhan lewat portal-portal yang disediakan.

Baca: Crazy Rich Jepara Habis-habisan Demi Bangun Jembatan

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (MURIANEWS/Istimewa)

“Saya DM di medsosnya. Saya hubungi di nomor hotline itu. Saya E-mail juga. Tapi tidak ada respon sama sekali,” kata warga asli Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara ini, Rabu (4/5/2022).

Meskipun tidak digubris oleh Ganjar, Mbah Kholil mengaku tak mempermasalahkannya. Toh, dirinya juga sudah memutuskan untuk tidak meminta bantuan kepada pemerintah.

“Saya kira malah nomor hotlinenya (Ganjar, red) sudah tidak aktif. E-mail saya tidak dibalas, mungkin karena saya orang kampung,” imbuh Mbah Kholil.

Baca: Gak Mau Kalah, “Crazy Rich” Jepara Bangun Jembatan Senilai Rp 3,7 M dari Kocek Pribadi

Sejak dia mengutarakan niatnya membangun jembatan itu kepada sejumlah orang, banyak pihak yang menawarinya agar mendapat bantuan dari dana aspirasi DPR. Beberapa anggota DPR RI dari PDI-P dan Golkar sempat menawari bantuan, tapi tawaran itu dia tolak.

“Saya enggak mau. Karena prosesnya rumit. Apalagi waktu tahun 2020 sudah ada covid-19. Pasti dipangkas,” jelas Mbah Kholil.

Meski demikian, dalam proses akhir pembangunan jembatan, ternyata Mbah Kholil kekurangan dana. Itu setelah semua kontruksi sudah terbangun dan tinggal pagar jembatan yang belum terbangun.

Akhirnya, Mbah Kholil terpaksa menerima bantuan aspirasi dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Jepara. Jembatan itu kemudian mendapat bantuan sebesar Rp 150 juta.

“Waktu jembatan sudah selesai dicor, orang-orang bilang kalau tidak ada pagarnya bahaya. Takut kalau ada anak-anak lewat jatuh. Ya sudah, saya terima bantuan aspirasi Rp 150 juta,” terang Mbah Kholil.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat

Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...