Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Crazy Rich Jepara Habis-habisan Demi Bangun Jembatan

Crazy Rich Jepara Habis-Habisan Demi Bangun Jembatan
Sosok Kholil, warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang membangun jembatan dengan kocek pribadinya. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Crazy Rich Jepara, Kholil (54) yang viral karena membangun jembatan dari uang pribadi senilai Rp 3,7 miliar ternyata memiliki cerita di balik aksi nekatnya itu.

Diketahui, Kholil rela menjual sejumlah aset berharganya demi membuatkan akses berupa jembatan pada warga Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Saat ditemui MURIANEWS, Rabu (4/5/2022), Kholil menceritakan kisah di balik aksi nekat membangun jembatannya itu. Ia sendiri, tak mau disebut orang kaya, karena aksi nekatnya tersebut.

Baca: Gak Mau Kalah, “Crazy Rich” Jepara Bangun Jembatan Senilai Rp 3,7 M dari Kocek Pribadi

“Saya ini orang biasa. Orang desa sini. Bukan siapa-siapa saya,” kata Mbah Kholil, Rabu (4/5/2022) di kediamannya.

Dirinya mengungkapkan banyak menemui halang rintang selama proses membangun jembatan itu. Untuk mewujudkan pembangunan jembatan itu, ia bahkan rela berhutang.

Mbah Kholil, sapaan akrabnya menyebut, dia berhutang kepada salah satu toko bangunan di Kabupaten Kudus. Hutangnya berupa besi senilai Rp 600 juta.

“Saya masih punya tanggungan hutang Rp 600 juta. Tapi tidak apa-apa. Nanti juga ada jalan buat membayar,” kata Mbah Kholil.

Selain berhutang, Mbah Kholil juga menjual sejumlah mobil miliknya, seperti Grandmax, jenis sedan, Chevrolet Zafira, dua mobil jenis jip, Toyota avanza, Hilux, dan L300. Ditambah lagi dua motor trail.

“Dulu di rumah hampir tidak muat mobil. Sekarang sudah tidak punya. Sekarang pakai motornya anak-anak kalau mau kemana-mana. Tidak masalah,” ujar Mbah Kholil.

Kholil juga menjual tanah untuk memodali pembangunan jembatan itu. Seperti menjual tanah di dekat jembatan itu seluas 2600 meter persegi, 1 hektare tanah di Desa Pancur Kecamatan Mayong dan tanah seluas 600 meter di Kota Depok, Provinsi DKI Jakarta.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...