Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ini Tata Cara Salat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Artinya

Ini Tata Cara Salat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat dan Artinya
Foto: Ilustrasi (freepik.com)

MURIANEWS, Kudus– Tanpa terasa, bulan Ramadan 1443 H/ 2022 sudah berada di penghujung waktu. Sebagaimana kita jumpai setiap tahunnya, umat Muslim tampak sibuk menyiapkan banyak hal untuk menyambut hari kemenangan ini.

Semua ini dilakukan demi menyambut dan merayakan hari raya Idul Fitri dengan suka cita dan penuh kebahagiaan. Rasulullah saw sendiri telah menegaskan bahwa pada hari ini umat Muslim dianjurkan untuk bergembira.

Melansir dari laman NU Online, sebentar lagi umat Muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri 1443 H. Hari raya Idul Fitri merupakan momen seluruh umat Islam bersuka cita menyambut hari kemenangan.

Baca juga: Ketahui Beberapa Hal yang Disarankan saat Hari Raya Idul Fitri

Salah satu anjuran umat Muslim pada hari Idul Fitri adalah melaksanakan shalat id. Hukum shalat ini adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah. Rasulullah selalu melaksanakannya hingga beliau wafat dan dilanjutkan oleh umatnya sampai sekarang.

Secara umum syarat dan rukun salat Idul Fitri sama sebagaimana salat fardhu lima waktu. Hanya, ada beberapa tambahan tekins yang sifatnya sunnah. Waktu salat dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu salat dhuhur.

Berbeda dari salat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu untuk memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian salat id, salat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. Hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

Berikut adalah tata cara salat Idul Fitri:

1. Pertama adalah niat salat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya. Berikut lafal niatnya,

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ   

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

2. Membaca doa ifititah, kemudian disunnahkan untuk takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal berikut,

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla  

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau bisa juga lafal ini,

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar  

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

3. Membaca surat Al-Fatihah. Setelah itu disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la, lalu dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

4. Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Lalu lanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

5. Selesai salam, jemaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.

 

 

Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: nu.or.id

Comments
Loading...