Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Pantau Kebijakan One Way, Jasa Marga Siapkan 19 Gardu Gerbang Tol di Kalikangkung

Direktur Bisnis Jasa Marga, Reza Febriano, saat memaparkan empat pelayanan yang akan dioptimalkan selama pemberlakuan kebijakan one way di tol Semarang, Sabtu (30/4/2022). (Solopos/Andhik Kurniawan)

MURIANEWS, Semarang — Direktur Bisnis PT Jasa Marga, Reza Febriano memantau langsung pelaksanaan kebijakan one way atau satu arah di Tol Trans Jawa saat arus mudik Lebaran 2022, Sabtu (30/4/2022).

Dalam pantauannya tersebut ia pun memastikan tengah menyiapkan 19 gardu gerbang tol di Kalikangkung. Tujuannya supaya tidak ada penumpukan kendaraan saat pemudik meninggalkan tol.

“Jadi di gerbang Tol Kalikangkung, jumlahnya ada 19 gardu gerbang exit tol yang keluar mengarah ke Semarang. Ini dioperasikan 17 gardu tol,” katanya seperti dikutip Solopos.com.

Tidak hanya itu, dalam memaksimalkan pelayanan selama pemberlakun one way di gerbang tol Kalikangkung, Semarang, Jasa Marga juga menyiapkan enam petugas tambahan yang siap dengan beberapa mobile rider. Termasuk penambahan petugas yang membantu tapping para pengendara.

”Pada layanan konservasi dan pemeliharaan, Jasa Marga sudah menerjunkan tim siaga guna mendukung pelaksanaan penutupan jalan ketika menerapkan satu arah,” ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, tim siaga sudah disiagakan di setiap ruas jalan masing-masing guna untuk memeliharan jalan.

“Kami terus memaksimalkan terkait dengan kondisi, bila mana muncul lubang. Tim siaga segera melakukan penutupan. Jadi selama priode arus mudik atau pun balik ini, petugas untuk melakukan kegiatan pemeliharaan akan standby di ruas masing-masing,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Danang Parikesit, menambahkan penerapan kebijakan one way membuat lalu lintas di tol sangat terkendali termasuk di Kalikangkung, Semarang.

Berdasarkan hasil pengamatan di Tol Cipali ketika masih berlaku two way atau dua arah, volume per ratio kendaraan sebesar 0,8.

“Artinya volume kendaraan sudah mendekati 80 persen dari kapasitasnya. Selepas dijadikan one way, volume menjadi 0,53 atau turun hampir separuhnya. Dari data itu one way memperlancar arus lalu lintas,” imbuh Danang.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...