Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

METRO JATENG

Ganjar dan Menteri PUPR Bakal Salat Idulfitri di Simpang Lima

Peresmian Flyover Purwosari Solo oleh Menteri PUPR Basuki Hadi Moeljono, Gubernur Ganjar Pranowo dan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo bakal menjalankan ibadah Salat Idulfitri di Lapangan Pancasila, Simpanglima, Kota Semarang. Sesuai rencana, selain Ganjar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono juga akan Salat Id di Simpang Lima.

Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman Jateng, KH DrMultazam Ahmad membenarkan informasi tersebut. Dari sepengetahuannya Gubernur Ganjar dan Menteri Basuki Hadimuljono akan menjalankan Salat Id di Simpanglima Semarang.

“Setelah Salat Id, Pak Menteri (Basuki) juga akan meninjau pelaksanaan pembangunan Masjid Raya Baiturrahman. Salat Id di Simpanglima akan dimulai pukul 06.30 WIB. Sebagai Imam, KH Ulil Abshor Al-Hafidz. Khatib Prof Dr Abdul Djamil MA dari UIN Walisongo Semarang,” ujar Kiai Multazam seperti dikutip Solopos.com, Sabtu (30/4/2022).

Dalam pelaksanaan Salat Id tersebut, para jemaah diharapkan sudah berwudu dari rumah masing-masing. Selain itu, memakai masker dan membawa alas untuk salat atau sajadah.

Titik-titik parkir sudah disiapkan oleh panitia. Jemaah diharapkan tidak lupa memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bersama Forkopimda Kota Semarang dijadwalkan akan menjalankan Salat Id di Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda.

Sebagai imam dan khatib di Balai Kota Semarang adalah KH Dr Muhammad Adnan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Ahmad Darodji, mengajak umat Islam mengumandangkan takbir, tasbih, dan tahmid di rumah masing-masing atau masjid terdekat. Masyarakat diimbau untuk tidak menggelar takbir keliling.

 

“Tidak perlu ada takbir keliling karena akan memicu kerumunan orang,” katanya.

Panitia Salat Id di masjid maupun lapangan juga diminta menjaga protokol kesehatan secara ketat. Selain mengimbau jemaah disiplin prokes, panitia diminta tegas dalam menerapkan pembatasan jumlah jemaah yang hadir.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...