Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Mengapa AC Milan dan Inter Milan ‘Berbagi’ Stadion? Begini Penjelasannya

San Siro Stadium
Inilah Stadion San Siro yang juga memiliki nama lain Giuseppe Meazza. Dua tim raksasa Italia, AC Milan dan Inter Milan, menggunakan stadion ini sebagai home base mereka. (facebook.com/sansiroforinter/photos)

MURIANEWS, Milan- Dua tim raksasa Italia, AC Milan dan Inter Milan memiliki ‘keunikan’ dalam masalah home base mereka selama ini. Mereka menggunakan stadion yang sama, San Siro atau Giuseppe Meazza. Mengapa? Begini penjelasannya.

Stadion yang digunakan bersama oleh AC Milan dan Inter Milan adalah satu stadion yang sama. Uniknya, dua tim ini memberikan nama yang berbeda untuk stadion ini. AC Milan memberikan nama San Siro. Sementara Inter Milan menyebutnya sebagai Giuseppe Meazza.

Stadion San Siro mulai dibangun oleh Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu, pada 1 Agustus 1925 dan selesai pada 15 September 1926. Pada awalnya stadion ini diberi nama Nuovo stadio Calcistico San Siro.

Pembangunan stadion itu dicatat menghabiskan biaya sekitar 5 juta lira, dan mulai digunakan secara resmi pada 19 September 1926. Pertandingan pertama di stadion ini mempertemukan AC Milan melawan Inter Milan, yang dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 6–3.

BACA JUGA: AC Milan Punya Pemodal Baru, Tak Perlu Lagi Berbagi Stadion Dengan Inter Milan

Stadion San Siro sejak itu menjadi stadion kandang bagi AC Milan, hingga pada tahun 1935. AC Milan pada tahun 1935 mengalami kebrangkutan, sampai akhirnya menjual stadion mereka ke Pemerintah Kota Milan. Sejak saat itu, hingga kini San Siro merupakan milik Pemkot Milan.

Meski demikian, AC Milan masih terus menggunakan San Siro sebagai kadangnya, dengan cara menyewa ke Pemkot Milan. Hal yang sama kemudian juga dilakukan Inter pada 1947. Mereka juga menyewa Stadion ini dari Pemerintah kota Milan, dan sejak saat itu Inter Milan dan AC Milan berbagai Stadion.

Sebelumnya, Inter Milan menggunakan Stadion Arena Civica sebagai kandangnya. Namun sejak musim 1947-1948 mereka menggunakan stadion yang sama dengan AC Milan. Nama Giuseppe Meazza kemudian dipilih oleh Inter Milan sebagai nama stadion sejak 3 Maret 1980.

Pemberian nama Giuseppe Meazza dilakukan Inter Milan untuk menghormati pemain sepak bola legendaris Italia yang berhasil menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938. Pemain ini kebetulan merupakan mantan bintang Inter Milan dan AC Milan.

Namun demikian, baik FIFA dan UEFA masih mengakui San Siro sebagai resmi stadion sampai saat ini. Sebab, sudah lebih dulu terdaftar sebagai Stadion San Siro. Situasi ini memunculkan ‘keunikan’ di kalangan supporter kedua tim, dan para jurnalis yang meliput pertandingan.

Bagi Milanisti -sebutan bagi pendukung AC Milan, lebih suka menggunakan nama ‘San Siro’ untuk menyebut stadion ini. Sebab Giuseppe Meazza lebih identik sebagai ikon Inter Milan walaupun pernah bermain untuk AC Milan.

Bagi para jurnalis, penyebutan nama stadion akhirnya juga menyesuaikan penggunaanya. Jika tim AC Milan yang bertindak sebagai tuan rumah, maka penyebutan stadion akan merujuk pada nama ‘San Siro’. Sebaliknya bila Inter Milan yang bermain, maka penyebutannya akan menggunakan nama ‘Giuseppe Meazza’.

Dari penyebutan nama stadion yang berada di pusat kota Milan ini, akan diketahui tim mana yang mereka dukung. Jika orang Milan menyebut San Siro, maka bisa dipastikan dia adalah seorang Milanisti. Sebaliknya jika menyebut Giuseppe Meazza, maka dia adalah seorang Internisti-sebutan pendukung Inter Milan.

Faktanya, dua tim di kota Milan ini sama-sama menjadi raksasa di Liga Italia dan bahkan Eropa. Kedua tim sudah dikenal memiliki sejarah besar di kancah Eropa. Seperti halnya Manchester United dan Manchester City, dua tim ini juga terlibat dalam rivalitas yang sengit.

Pada tahun 1987, dalam persiapan untuk Piala Dunia 1990, pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan bantuan sebesar $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut. Tetapi dalam pelaksanaannya biaya yang dibutuhkan membengkak dua kali lipat.

Pada tahun 1990, stadion ini akhirnya menjadi tempat pertandingan pembukaan Piala Dunia FIFA 1990 antara Kamerun dan Argentina. Pada saat itu, Timnas Kamerun yang diperkuat Roger Milla, Maboang Kessac dan Onana Jules Dennis, berhasil menang 1-0 atas Argentina. Tiga pemain Kamerun itu, bahkan sempat bermain di Liga Indonesia.

Penulis: Budi Erje
Editor: Budi Erje
Dari Berbagai Sumber

Comments
Loading...