Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Panahan Kudus Kekurangan Atlet di Divisi Recurve untuk Porprov 2023

Panahan Kudus
Ilustrasi atlet panahan saat berlaga di Popda tingkat kabupaten.(MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kontingen Panahan Kudus kekurangan pemanah di divisi recurve. Hanya ada satu atlet panahan di divisi recurve yang dimiliki Kabupaten Kudus. Karena itu dua atlet lain akan dicoba untuk bermain di dividi recurve.

Satu atlet panahan Kudus yang sudah lama bertanding di divisi recurve itu adalah Rio Riswandha. Sedangkan dua atlet putra lainnya, Luqman Hakim dan Muhammad Zalazar belum pernah bermain di divisi recurve.

BACA JUGA: Cabor Panahan di Popda Kudus Digelar, Mainkan Dua Divisi

Luqman Hakim dan Muhammad Zalazar merupakan atlet panahan di divisi nasional. Namun karena kekurangan atelt, Kudus akan mencoba memainkan mereka untuk divisi recurve.

Pelatih Panahan Kudus, Bambang Suliadi menyatakan, di cabang olahraga panahan, setiap atlet memang harus bermain di divisi nasional terlebih dahulu. Kemudian berlanjut di recurve atau compound tergantung dari keinginan atlet.

“Luqman dan Zalazar nanti kami ubah ke recurve di Porprov nanti,” katanya, Sabtu (30/4/2022).

Menurut dia, perpindahan divisi itu tidak akan menjadi masalah. Karena divisi nasional dan divisi recurve hampir sama.

“Tidak bakal kagok. Karena divisi nasional dan divisi recurve hampir sama. Yang membedakan hanya jaraknya saja. Kalau divisi recurve jaraknya 70 meter sedangkan divisi nasional jaraknya 50 meter,” ujarnya.

Bambang menyampaikan, dari tiga atlet yang akan turun di Porprov Jateng 2023 itu, pihaknya menargetkan meraih minimal satu medali perunggu. Target satu medali perunggu, menurutnya sudah realistis lantaran dua atletnya belum pernah bermain di divisi recurve.

“Dari tiga ini hanya Rio yang sudah berpengalaman pegang recurve. Kalau yang dua seperti Luqman dan Zalazar belum pernah pegang recurve,” imbuhnya.

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Budi Erje

Comments
Loading...