Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Sulap Kain Limbah, Perempuan di Kudus Ini Hasilkan Pundi-Pundi Rupiah

Owner Faza Craft, Dewi Murniasih menunjukkan berbagai produk kain perca yang dibuatnya. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kain limbah konveksi biasanya hanya dibuang dan tak bernilai. Namun di tangan Dewi Murniasih, RT 11, RW 02, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, limbah ini bisa diolah untuk menjadikannya pundi-pundi rupiah.

Kain perca yang ia didapatkan dari tetangganya yang memiliki usaha konveksi itu ia sulap menjadi kerajinan tangan yang indah.

Perempuan 50 tahun itu memulai usaha kerajinan tangan menggunakan bahan kain perca sejak 2017 silam. iDia mendapatkan ide usai melihat kain perca yang dibuang oleh tetangganya.

“Awal mula saya membuat mukena anak-anak dan sajadah anak-anak. Saat itu peminatnya sebatas teman SMA dan teman kuliah saja,” katanya, Sabtu (30/4/2022).

Usahanya kemudian mulai dikenal dari mulut ke mulut. Bahkan produknya tidak hanya mukena dan sajadah anak-anak saja. Workshopnya pun diberi nama Faza Craft.

Produknya berkembang menjadi beragam item. Seperti pouch tempat make up, cempal untuk angkat panci, taplak meja, gorden, dan sarung bantal. Selain itu ada sarung guling, serbet, kain lap, sarung kursi, dompet, dan ikat rambut.

Harga yang ditawarkan beragam. Mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 200 ribu. Hal itu bergantung pada produk yang dipesan.

Lama dan tidaknya proses pembuatan tiap-tiap produk berbeda-beda. Produk pouch, dompet, dan cempal dapat dibuatnya dalam waktu 30 menit.

“Kalau membuat sajadah dan gorden butuh waktu tiga hari. Karena harus membuat polanya dulu. Kemudian dilanjutkan dengan membordir dan finishing. Taplak juga proses membuatnya butuh waktu sepekan,” sambungnya.

Dewi mampu memproduksi sebanyak 100 hingga 200 item dalam sebulan. Pesanannya saat ini datang dari Kudus, Semarang, Ungaran, Jakarta, Solo, Riau, dan beberapa daerah di Kalimantan.

Produk kain perca buatannya biasanya digunakan sebagai kado ulang tahun dan kado Lebaran. Dia menjual produknya secara online di kanal Instagram Fazaa Craft dan offline dengan datang langsung ke rumah.

“Ke depannya akan terus mengembangkan usaha saya ini. Saya juga ingin merambah ke marketplace juga,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...