Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Dua Penyakit Ini jadi Musuh Tokek Cantik Leopard Gecko

Dua jenis tokek cantik leopard gecko. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Memelihara reptil si tokek cantik leopard gecko diklaim mudah karena tidak membutuhkan kandang yang besar. Meski begitu, namanya binatang tak bisa kebal dengan semua jenis penyakit.

Tommy Maranthika Immanuel, salah satu penghobi Leopard Gecko di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyebut jika ada dua penyakit yang kerap dialami oleh reptil leopard gecko. Pertama, penyakit metabolic bone disease (MDB) dan kedua, penyakit Crypto.

Tommy menjelaskan, penyakit MDB ditimbulkan karena tokek kekurangan kalsium. Sehingga mengakibatkan tulang menjadi bengkok tak beraturan.

“Saya ada satu yang terkena MDB. Seperti ini bisa dilihat tulangnya tidak beraturan. Kalau tulangnya seperti ini jalannya tidak bisa sempurna,” katanya, Jumat (29/4/2022).

Pria 35 tahun itu juga menjelaskan tentang penyakit crypto. Yakni Leopard Gecko mengalami diare.

“Biasanya gejalanya mencret, hilang nafsu makan, dan tubuhnya jadi kurus,” sambungnya.

Menurutnya, penyakit ini dapat diobati menggunakan anti bakteri dengan dosis yang sudah disesuaikan. Dia biasa menggunakan obat anti bakteri merk Gabbryl.

Baca: Leopard Gecko, Si Tokek Cantik Pembawa Cuan Pria di Kudus Ini

Lebih lanjut, ada cara yang dapat dilakukan bagi penghobi leopard gecko agar peliharaannya terhindar dari dua penyakit yang tergolong berat itu. Yakni dengan pemenuhan kalsium dan juga menjaga kebersihan kandang.

“Membersihkan kandang baiknya tiga hari sekali. Selambatnya maksimal sepekan sekali harus dibersihkan,” ujar dia.

Dia menyarankan, agar kandang leopard gecko diberi alas menggunakan koran. Hal itu dirasa lebih baik daripada menggunakan alas berupa dolomit (pupuk kapur bewarna putih, red).

“Kalau saya menggunakan dolomit seperti ini sebenarnya kurang bagus. Selain itu kalau menggunakan dolomit, seharusnya setiap kotor harus diganti,” imbuhnya.

 

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...