Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Ndablek! Karaoke di Blora Ini Disegel Lantaran Masih Buka Saat Ramadan

Ndablek! Tetap Beroperasi Saat Ramadan, Karaoke di Blora Ini Disegel
Petugas saat merazia karaoke yang kedapatan masih beroperasi saat Ramadan. (MURIANEWS/Kontributor Blora)

MURIANEWS, Blora – Sebuah tempat karaoke di Kabupaten Blora, Jawa Tengah terpaksa disegel petugas. Itu lantaran mereka membandel dengan tetap beroperasi saat Ramadan.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora, Joko Susanto, mengungkapkan karaoke tersebut kedapatan masih beroperasi saat digelar razia gabungan.

“Saat lakukan giat penegakan perda (gakda) di Kecamatan Cepu, kami menemukan karaoke colour kedapatan masih beroperasi. Sehingga kita lakukan upaya paksa, menyita kemudian menutup dan menyegel,” ucapnya, Kamis (28/4/2022) malam.

Baca: Ini Penampakan Pos Pelayanan Polres Blora yang Diapresiasi Wakapolda

Usai menyegel tempat karaoke itu, pihaknya kemudian menuju Hotel Arra, namun tidak beroperasi.

“Kemudian di wilayah Sambong juga ada kafe tanpa nama. Yang juga masih beroperasi. Akhirnya kita menyita beberapa hal,” terangnya.

Joko menerangkan, operasi dilanjutkan ke Kecamatan Jepon, namun juga terpantau semua tutup. Pihaknya berharap bagi semua pngusaha karaoke untuk tetap taat dengan aturan Perda Nomor 5 tahun 2017, pasal 4 ayat 1 dan pasal 5 ayat 1 disebutkan setiap pengusaha karaoke di bulan suci ramadan harus tutup satu bulan penuh.

“Apapun itu alasannya, kami akan tetap melakukan upaya operasi gabungan yang akan menindak semua pelaku usaha yang masih tetap beroperasi di bulan ramadan, ” ucapnya

Salah satu pegawai karaoke yang disegel mengungkapkan pihaknya nekat buka lantaran masih banyak karaoke yang juga masih beroperasi.

“Ngikutin semuanya, masih banyak yang buka. Banyak sekali,” ungkapnya.

Dia berharap, penegakan itu tidak tebang pilih. Ia meminta kalau satu ditutup semua harus ditutup.

Pihaknya merasa tak melanggar aturan lantaran selama ini, tempatnya udah membuka dalam bentuk kedai bukan tempat karaoke.

“Kita buka nya kan kedai, kita jual mie, kalau karaoke di daerah sini sudah lumrah mas,” tandasnya.

 

Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...