Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

MENJELANG SENJA BERSAMA CAK NUN

Cak Nun: Menyakiti Manusia Sama Saja Menyakiti Allah

Cak Nun dalam Menjelang Senja bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Menyakiti manusia lainnya, sama saja menyakiti penciptanya, yakni Allah. Hal tersebut diungkapkan Emha Ainun Najib (Cak Nun) dalam acara Menjelang Senja Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng, Kamis (20/4/2022).

Cak Nun mengatakan, ketika seseorang disakiti, yang paling sakit hati bukanlah manusia itu. Melainkan Allah yang merupakan penciptanya.

“Logikanya kalau kamu merusak lukisan orang, yang sakit bukanlah lukisannya, tapi penciptanya. Sama, Allah ya begitu, manusia itu ibarat lukisan Allah itu tadi,” ujarnya.

Dunia ini, imbuh Cak Nun memang banyak hal tentang balas dendam karena sebab akibat. Allah mang menciptakan hal ini, namun manusia sebaiknya harus mengerti batasan-batasan secara proporsional.

“Jadi kalau disakiti orang lain, jangan langsung ingin membalas, biar Allah yang membalas entah kapan itu,” ujarnya.

Baca: Cak Nun Ajak Belajar dari Kesetiaan Rasulullah

Allah, lanjut Cak Nun, juga pasti akan membalas apa yang dilakukan umatnya. Mereka yang baik, akan menerima kebaikan. Sementara mereka yang buruk, akan menerima keburukan Allah.

“Jadi manusia yang terluka jangan tergesa-gesa, jangan menuruti nafsu. Kita harus berserah pada Allah, biar Dia saja yang menentukan kapan akan membalas semua perbuatan umatnya,” ungkap Cak Nun.

Dia menambahkan, ketika seorang ridho atas apa yang tengah ditimpakan kepadanya, maka seorang tersebut akan menerima nikmat dan keberkahan dari Allah.

Cak Nun sendiri, sebelumnya menyebut jika Allah menciptakan vaksin hati dari penyakit dengki dan syirik di dunia ini dengan Alquran dan selawat.

“Ya yang dengki, yang sakit hatinya, yang tidak jujur, tidak jernih, pelit, hingga srei, tombonya ini Al-Quran dan selawat,” kata Cak Nun.

Baca: Cak Nun Beberkan Vaksin untuk Hati Manusia

Ketika seseorang tengah berhati dengki atau sakit hatinya, maka segeralah membaca Al-Quran atau bersalawat. Hal tersebut dikarenakan tidak ada satu kesembuhan maupun ketenangan pun tanpa ada Allah dan Rosulullah Muhammad di dalamnya.

“Tidak ada satu kesembuhan apapun kecuali karena Allah dan Nabinya, Muhammad,” imbuh Cak Nun.

Bila tak segera disembuhkan dengan Alquran atau dengan selawat, maka bisa saja merugikan orang-orang sekitarnya. Karena penyakit hati tersebut tentu akan menimbulkan akibat-akibat yang baru.

“Sebab dia sakit hati maka akan menimbulkan akibat-akibat yang lain,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...