Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Parsel Sarung dan Mukena Batik di Kudus Ini Laris Manis

Pegawai Yuli Muria Batik saat menunjukkan salah satu hampers atau parcel lebaran di sanggarnya (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Umumnya, banyak masyarakat mengirimkan parsel atau bingkisan berupa makanan ringan atau buah kepada orang terdekatnya saat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Namun, bila bosan dengan parsel tersebut, masyarakat khususnya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah bisa mencoba mengirimkan parsel yang satu ini. Yakni parsel sarung, mukena, dan sajadah karya Sanggar Batik Yuli Muria Batik.

Memang tidak jauh-jauh dari nuansa Lebaran, tapi corak yang dihadirkan dalam mukena, sarung, hingga sajadah tersebut benar-benar beda dari yang lain.

Yuli Muria Batik, menghadirkan corak-corak khas Kudus di produknya, mulai dari Parijoto, kapal kandas, hingga bangunan otentik Menara Kudus.

Baca: Produk UMKM Kudus jadi Parcel Lebaran, Segini Harganya

Yang menjadi keunggulannya, semua corak tersebut dibatik secara manual menggunakan canting. Sehingga corak dari satu produk ke produk lainnya jelas berbeda.

“Dan alhamdulillah diterima di pasaran, apalagi jelang Lebaran ini, bahkan penjualannya kini meningkat 50 persen dibanding tahun kemarin,” kata pemilik Sanggar Muria Batik Kudus Yuli Astuti, Kamis (28/4/2022).

Yuli mulai memasarkan produk-produk itu sejak setahun lalu. Inovasi yang diciptakannya itu, awal mulanya digunakan untuk mengangkat penjualan batiknya di masa pandemi kemarin.

Namun seiring berjalannya waktu, parcel alat ibadahnya kini makin laris manis. Pengirimannya pun bahkan sudah sampai luar Jawa.

“Banyak pesanan tahun ini, ada yang dari Makasar, Bandung, jadi lumayan bisa mengangkat penjualan,” imbuhnya.

Baca: Bupati Kudus Izinkan Perayaan Tradisi Lebaran

Yuli menambahkan, satu paket parcel perangkat solat dengan motif batik itu dia banderol dengan harga yang bervariasi tergantung isinya. Yang paling murah, berkisar di Rp 150 ribu saja. Sementara yang paling mahal bisa Rp 500 ribu ke atas.

“Tergantung kombinasinya, ada yang sajadah dengan sarung, mukenah dengan sarung juga ada, dan mukenah dengan kain batik unggulan dari kami,” tuturnya.

Bila berminat, masyarakat Kudus maupun sekitarnya bisa memilih langsung dengan mengunjungi gerai batiknya di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

“Yang paling laris memang sarung dan sajadah ya, silahkan berkunjung saja ke gerai kami,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...