Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

1.228 Orang Abdi Negara di Jepara Dilantik

1.228 Orang Abdi Negara di Jepara Dilantik
Prosesi pelantikan pegawai baru oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 1.228 orang di Kabupaten Jepara resmi dilantik sebagai abdi negara. Mereka pun ketiban kebahagiaan menjelang Lebaran ini.

Para PPPK itu dilantik langsung oleh Bupati Jepara, Dian Kristiandi. Pelantikan dilakukan di Halaman Setda Jepara, Kamis (28/4/2022).

Dari jumlah 1.228 orang itu, 306 orang dilantik sebagai CPNS, yang terbagi 104 orang tenaga kesehatan dan 143 orang tenaga teknis. Kemudian, 922 orang dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

Baca: Lolos Seleksi, 475 Calon PPPK Jepara Lakukan Pemberkasan

Pegawai yang dilantik berasal dari beragam usia dan masa pengabdian. Setyoningsih contohnya. Ia merupakan guru yang sudah mengabdi selama 12 tahun di SDN 1 Singorojo, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

“Saya bersyukur sekali bisa diangkat menjadi PPPK. Setelah 12 tahun lamanya mengabdi,” kata Setyoningsih, usai apel pelantikan.

Sementara itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi, berpesan khusus kepada mereka yang baru saja dilantik. Andi memerintahkan agar mereka lebih bekerja keras lagi. Mengingat mereka sudah menjadi abdi negara.

“Kalau kemarin masih ada yang leda-lede (bekerja seenaknya, red), mulai hari ini saya tidak mau melihat itu lagi. Saya mau kalian bekerja lebih keras. Karena kalian sudah menjadi abdi negara,” tegas Andi di hadapan pegawai yang ia lantik.

Meskipun hari ini dia melantik 1.228 pegawai, Andi mengungkapkan bahwa Jepara masih membutuhkan pegawai baru dalam jumlah banyak.

Mengingat, selain karena beberapa tahun lalu ada moratorium, di Jepara dalam setiap bulannya minimal paling sedikit 40 pegawai yang pensiun. Tentu ini secara otomatis mengurangi jumlah pegawai.

“Kita masih butuh banyak. Guru saja kurang seribu lebih, masing-masing perangkat daerah kurang staf, setiap setahun yang pensiun di atas 400 pegawai,” jelas Andi.

“Soal ini kami sudah laporan ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional), supaya ada tambahan rekrutmen CPNS atau PPPK atau bentuk yang lain,” imbuhnya.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...