Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Demi Opini WTP Kabupaten Bogor, Ade Yasin Rela Suap Auditor BPK Sebesar Rp 1,9 Miliar

KPK tunjukkan barang bukti berupa uang tunai hasil sitaan kasus suap bupati Ade Yasin (kompas.com)
KPK tunjukkan barang bukti berupa uang tunai hasil sitaan kasus suap bupati Ade Yasin (kompas.com)

MURIANEWS, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menangani kasus perkara dugaan suap Bupati Bogor Ade Yasin terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Jawa Barat (Jabar). Suap itu diduga dilakukan agar Kabupaten Bogor mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam mengelolaan keuangan kota.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan 4 orang tersangka yang merupakan auditor BPK perwakilan Jabar yang diduga menerima suap Ade Yasin dan anak buahnya.

Mereka adalah Anthon Merdiansyah selaku Pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Kasub Auditorat Jabar III/ Pengendali Teknis, Arko Mulawan selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kab. Bogor, Hendra Nur Rahmatullah Karwita selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa, dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/ Pemeriksa.

Baca: Selain Ade Yasin, KPK Juga Tetapkan 7 Orang Sebagai Tersangka Suap

“Ada 4 pegawai BPK yang menjadi tersangka pemerima suap adalah ATM, AM, HNRK dan GGTR,” ujar Ketua Ketua KPK Firli Bahuri, dikutip dari Kompas.com, Kamis (28/4/2022).

Dalam peristiwa tangkap tangan ini, KPK mengamankan uang Rp 1,24 miliar. Namun, jumlah total suap yang diperkirakan diterima oleh para pegawai BPK ini mencapai Rp 1,9 miliar.

Baca: KPK Tetapkan Tersangka Ade Yasin Terkait Kasus Suap Auditor BPK

Sebelumnya, Ade Yasin diamankan KPK bersama 11 orang lainnya dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat pada Selasa (26/4/2022) malam hingga Rabu (27/4/2022) pagi.

Dari 12 orang yang diamankan, KPK menetapkan delapan orang tersangka. Empat orang pihak pemberi dan empat orang pihak penerima suap.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Cholis Anwar
Sumber: Kompas.com

Comments
Loading...